Iklan

Monetize your website traffic with yX Media
11 Jan 2021, Januari 11, 2021 WIB
Last Updated 2021-01-11T06:11:54Z
Peristiwa

Identifikasi Korban Sriwijaya Air, Polri Kerahkan 306 Personel Tim DVI RS Polri

Jakarta-Sebanyak 306 personel tim Disaster Victim Identification (DVI) di RS Polri Kramat Jati Jakarta dikerahkan melakukan identifikasi korban Sriwijaya Air SJ-182.




"Di Rumah Sakit Polri ini, telah bekerja tim DVI sebanyak 306 personel, ini terdiri atas instansi terkait," jelas Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Drs. Rusdi Hartono, M.Si., di Jakarta, Senin, 11 Januari 2021.


Selain dari Polri, personel tim DVI yang akan mulai melakukan identifikasi jenazah korban pesawat jatuh itu adalah dari TNI, Kementerian Kesehatan dan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia. Mereka akan bertugas mulai Senin Ini.


Tim DVI akan melakukan identifikasi terhadap tujuh kantong jenazah yang sudah diterima RS Polri dengan didukung data-data ante mortem yang sudah diterima.


"Semua bekerja bersama di RS Polri untuk melakukan identifikasi terhadap jenazah korban dari kecelakaan pesawat tersebut," jelas Karo Penmas Divhumas Polri.


Polri mengimbau keluarga korban pesawat Sriwijaya jatuh itu segera memberikan data kepada tim DVI, baik berupa ijazah, kartu keluarga dan dokumen-dokumen lain untuk membantu identifikasi.


"Keterangan-keterangan apapun itu sangat membantu bagi tim DVI untuk mengidentifikasi jenazah-jenazah yang menjadi korban pada peristiwa kecelakaan tersebut," jelas Jenderal bintang satu tersebut.


Pesawat Sriwijaya Air PK-CLC SJ-182 rute Jakarta-Pontianak itu hilang kontak pada Sabtu pukul 14.40. Pesawat jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.


Pesawat Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.


Pesawat Sriwijaya Air itu lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB yakni mundur dari jadwal penerbangan yang seharusnya 13.35 WIB karena faktor cuaca. Pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang, yaitu 50 penumpang dan 12 orang kru.