Iklan

yX Media - Monetize your website traffic with us
31 Des 2020, Desember 31, 2020 WIB
Last Updated 2020-12-31T06:12:55Z
Wisata

Sandiaga Uno: Death Valley Viewing Spot di Danau Toba, Wisata Alam Balige dan Parapat Bakal Diintegrasikan

Jakarta - Kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno ke Danau Toba, Sumatera Utara berbuah hasil. 



Dirinya yang melintas di Jalan Lintas Sumatera pada Kamis (31/12/2020) itu menemukan sebuah titik pemandangan Danau Toba yang sangat indah. 


Titik yang dinilainya menyimpan potensi wisata alam itu bernama Adian Nalambok yang terletak persis di punggungan bukit di antara Parapat menuju Balige. 


Pada lokasi tersebut, Sandi melihat hamparan luas perbukitan yang mengelilingi Danau Toba dari atas ketinggian. 


Persis dari atas Adian Nalambok, terlihat sebuah desa bernama Meat yang terletak di lembah sisi selatan Danau Toba, tepatnya Kecamatan Tampahan, Toba Samosir, Sumatera Utara. 


Namun sayang, lokasi strategis yang disebutnya sebagai 'death valley viewing spot' itu belum dikelola dengan baik. 


Kawasan itu kini hanya berupa sejumlah warung-warung kecil dengan tempat duduk sederhana. 


Padahal, pemandangan alam yang menjadi teras warung tersebut dinilainya sangat indah.


"Ini menunjukan bahwa toba ini banyak sekali titik-titik wisata destinasi yang bisa dikembangkan dengan pendekatan lewat keindahan alamnya," ungkap Sandi menunjukkan keindahan pemandangan Danau Toba dari ketinggian.


"Kita juga bisa lihat dari ekonomi kreatifnya seperti membuat warung yang instagramable, inilah pariwisata yang bisa membuka lapangan pekerjaan di saat pandemik seperti ini dan peluang bagi masyarakat," tambahnya.


Pengembangan objek wisata Adian Nalambok diungkapkan Sandi menambah pilihan destinasi wisata bagi wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba.


Sehingga diharapkan dapat secara langsung menciptakan lapangan kerja yang berujung ketahanan ekonomi rakyat yang terpuruk imbas pandemi virus corona atau covid-19.


"Jika pandemi ini mereda, kita harus mempersiapkan sesuai dengan tugas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif," imbuhnya. 


Merujuk letak geografis Adian Nalambok, Sandi bakal mengintegrasikan wisata alam mulai dari Bandara Silangit dengan Balige dan Parapat. 


"Jadi titik ini, titik adian nalambok ini mungkin titik yang paling terdekat selain Hutaginjang, yang bisa dikoneksikan dalam perjalanan dari airport Silangit menuju Balige atau ke Parapat," papar Sandi.


"Nah pengembangannya harus integratif, makanya saya mengajak kolaborasi delapan bupati di delapan kabupaten yang ikut mengelola potensi yang ada di Danau Toba," jelasnya.


Terkait status Danau Toba yang kini ditetapkan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) sebagai Destinasi Super Prioritas (DSP). 


Dirinya menekankan kepada semua pihak untuk bekerja keras dan bekerja tuntas dalam persiapan, khususnya penerapan protokol kesehatan yang disiplin dan ketat. 


"Dan saya mengingatkan sekali lagi, dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin kita bisa bangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif, kita bisa bertahan, kita bisa berpihak kepada rakyat dengan membuka lapangan kerja seluas-luasnya," ungkap Sandi.


"Lihatlah keindahan alam yang menurut saya ini merupakan ciptaan tuhan yang perlu kita lestarikan, ekosistem pariwisata berbasis keindahan, tetapi juga memiliki keberlanjutan, lingkungan harus kita jaga, lestarikan serta kita harus dukung pariwisata dan ekonomi kreatif," tutupnya.