Iklan

yX Media - Monetize your website traffic with us
31 Des 2020, Desember 31, 2020 WIB
Last Updated 2020-12-31T11:32:45Z
Wisata

Pelarangan WNA Masuk ke Indonesia, Tidak Berpengaruh Besar Bagi Dunia Pariwisata di Sumut

Pelarangan sementara Warga Negara Asing masuk ke Indonesia per satu Januari 2021, dinilai tidak begitu berpengaruh pada pelaku pariwisata di Sumatera Utara,karena selama ini, wisatwan lokal, jauh lebih mendominasi.


 

Jika dibanding tahun 2018 dengan angka 236.276 wisatwan, namun ada kenaikan sekitar 10 persen pada tahun 2019, dengan jumlah kunjungan ke Sumut pada tahun 2019 dengan angka 260.311 wisatawan.


Sedangkan pada tahun 2020, dipastikan merosot tajam karena dampak pandemi. Apalagi ada pelarangan sementara per satu Januari 2021 nanti.


Namun, Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno optimis, pelaku wisata di Indonesia, tidak akan merasakan dampak yang sangat signifikan, jika melakukan inovsai dan melakukan terobosan terobosan yang menarik untuk menarik wisatawan domestik, dengan tetap berpedoman ada protokol kesehatan.


Menunggu kesiapan vaksin, pelaku pariwisata jangan terlena dengan menawarkan keindahan alam saja, tetapi harus dikombinasikan dengan berbagai event olahraga yang sangat dibutuhkan masyarakat pada saat pandemi covid-19, untuk meningkatkan daya imun tubuh. selain itu, juga berlu kolaborasi dan dukungan seluruh stake holder, terutama pemerintah daerah.

 

“ Ya kita sama sama ingin menyeamatkan sektor pariwisata, dibukanya lapangan pekerjaan yang masyaraat berharap, jadi dengan inovasi, kolaborasi  dengan adaptasi dan  mari di tahun 2021 kita siapkan sama sama kita bangkit,” ujar Sandiaga, Kamis, 31 Desember 2020.

 

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang Dan Industri Sumatera Utara, Ivan Batubara menyebutkan, Sumatera Utara berbeda dengan daerah tujuan wisata lain seperti Bali. Pelarangan sementara Warga Negara Asing masuk ke Indonesia, meskipun sangat diharapkan, tetapi tidak menimbulkan dampak yang signifikan bagi pelaku pariwisata di Sumatera Utara, karena salama ini memang masih lebih didominasi oleh wisatawan domestik.


Hanya saja menurut Ivan, perlu pembenahan yang tidak hanya bertumpu pada pembenahan infrastruktur yang kini sedang dikerjakan pemerintah pusat.


Namun yang terpenting adalah menambah kenyamanan wisatawan, dan dukungan dari pemerintah daerah, sehingga  tercipta kesan, daerah tujuan wisata merupakan rumah kedua bagi wisatawan domestik.

 

“Bali mungkin akan lebih jauh penurunanannya, kalau Sumatera Utara itu dari yang kita lihat data yang ada itu, wisatwan lokal yang lebih dominan datang ke Danau Toba,” Ujar Ivan.

 

Jika persoalan ini sudah bisa diselesaikan, maka wisatawan domestik akan menghidupi pelaku usaha pariwisata di Sumatera Utara, dan saat kran kedatangan Warga Negara Asing kembali dibuka, maka kesiapan pelaku pariwisata di Sumatera Utara, sudah semakin matang.