Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Wali Kota Bandar Lampung Ancam 'Pecahkan Kepala Wartawan'

Aksi pengancaman terhadap wartawan kembali terjadi,  Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, menghardik dan mengancam salah seorang wartawan saat diwawancarai berbuntut panjang.

Illustrasi


Persatuan Wartawan Indonesia(PWI) Lampung menggelar akhirnya menggear aksi tutup mulut, di halaman Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, Selasa 10 Nopember 2020 lalu. Aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama profesi wartawan.


Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Lampung, Juniardi, mengatakan tindakan yang dilakukan Wali Kota Bandarlampung Herman HN terhadap wartawan merupakan bentuk pembungkaman terhadap pers serta penekanan terhadap kemerdekaan pers.


"Karena itu kami diam. Kami sampaikan apa yang terjadi agar masyarakat yang menilai," kata Juniardi usai melakukan aksi bungkam di halaman Kantor Pemkot Bandar Lampung, seperti dilansir sindonews.com dikutip garudapost.id, Kamis 12 Nopember 2020.


Aksi bungkam tersebut merupakan kritik yang disampaikan massa aksi melalui tulisan dilakukan dalam bentuk berdiam diri alias bungkam. 


"Ini sebagai gambaran supaya tidak terjadi lagi intimidasi atau kekerasan terhadap pekerja pers saat meliput serta menjaga kemerdekaan pers," tambahnya.


Dari aksi tersebut dapat tersampaikan pesan moral kepada masyarakat serta negara. "Kemudian, harapannya agar kedepannya tidak terjadi lagi hal serupa yang menimpa para pekerja pers dimana pun berada," harapnya.


Sebelumnya, kejadian berawal saat beberapa wartawan mewawancarai Walikota Bandar Lampung, Herman HN, usai mengikuti sidang paripurna di DPRD Kota Bandarlampung, pada Senin 9 Nopember 2020 lalu.


Awalnya Herman menjawab satu persatu pertanyaan wartawan dengan lancar. Hingga akhirnya, Dedi wartawan Lampung Televisi (TV) mengajukan pertanyaan menohok. Dedi mempertanyakan sikap Herman yang terkesan membela Kepala Bappeda Khaidarmansyah yang ikut mensosialisasikan calon wali kota nomor urut 03.




Padahal seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dilarang terlibat dalam politik. Dedi menganggap, keterangan Khaidar saat diperiksa Bawaslu berbeda dengan keterangan saat dipanggil hearing di DPRD Bandarlampung.


Menanggapi pertanyaan tersebut, Herman mengaku jika hal itu tidak perlu dipersoalkan lagi karena Khaidar sudah dipanggil dan periksa Bawaslu dan Inspektorat. 


“Ya beliau sudah dipanggil inspektorat ya itulah jawabannya, kamu jangan ngaco-ngaco lah, Lampung TV saya tau kamu jangan ngaco-ngaco berita yang benar,” katanya.


Tak puas dengan jawaban itu, Dedi kembali bertanya. Apakah karena Kepala Bappeda mendukung Eva Dwiana sehingga Herman tidak memberi sanksi. 


“Kamu jangan ngaco dengar gak, inspektorat sudah meriksa Bawaslu sudah meriksa. Jangan ngaco. Jangan ngaco kamu. Kamu sangka saya takut sama kamu, seenak- enaknya. Beritain lah kalau gak pecahin palak kamu, kamu belum tau saya ya," ujar Herman dengan nada emosi.



Sumber:Wali Kota Bandar Lampung Ancam 'Pecahkan Kepala Wartawan', Puluhan Jurnalis Gelar Aksi Bungkam