Advertisement

Monetize your website traffic with yX Media
Hukum & Kriminal

Polri dan Ditjen Gakkum LHK Ungkap Kasus Perdagangan Satwa Liar Senilai Rp6,3 Miliar di Aceh

11 Nov 2020, November 11, 2020 WAT
Last Updated 2020-11-11T06:42:05Z

 Aceh-Polda Aceh bersama Tim gabungan terdiri dari Ditjen Gakkum LHK bersama dengan Baintelkam Mabes Polri  keberhasilan pengungkapan kasus perdagangan anggota tubuh satwa liar yang dilindungi senilai Rp 6,3 miliar.



pelaku berinisial DA kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Selain itu, juga diperlihatkan sejumlah barang bukti yang disita, seperti 71 buah paruh rangkong/enggang gading, 28 kg sisik trenggiling, serta satu individu terdiri dari kulit serta tulang belulang Harimau Sumatera.


Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada,  menjelaskan, barang bukti itu disita dari hasil operasi tangkap tangan yang dilakukan di Jalan Bireuen-Takengon, kawasan Bener Meriah. Operasi diawali adanya informasi masyarakat terkait perdagangan satwa dilindungi di Kabupaten Bener Meriah.


“Kemudian tim langsung melakukan operasi tangkap tangan di Jalan Bireuen-Takengon, Aceh Tengah. Hasilnya, tim berhasil mengamankan dua orang pelaku yaitu DA dan LH yang berperan sebagai pemilik barang dan sopir," jelas Kapolda Aceh, Rabu 11 Nopember 2020.


Setelah dilakukan pemeriksaan, Polisi menetapkan DA sebagai tersangka. 


“Sementara LH mengaku tidak mengetahui barang yang dibawanya satwa dilindungi, sehingga LH masih dalam proses penyelidikan,” tambah Kapolda Aceh.


Dalam kasus ini, pelaku akan dijerat Pasal 21 ayat 2 huruf d Jo Pasal 40 ayat 2 Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Ancaman hukuman bagi pelaku adalah pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimum sebesar Rp 100 juta.


Dir Reskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol. Margiyanta menambahkan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, DA berperan sebagai pengumpul organ tubuh satwa dilindungi dari hasil pemburuan liar. 

“Kita menduga DA terlibat dengan jaringan internasional,” ungkap Dir Reskrimsus Polda Aceh.


TrendingMore