Advertisement

Monetize your website traffic with yX Media
Hukum & Kriminal

Polda Aceh Ungkapan 101 Kg Narkotika Jenis Sabu dan 20 Kg Pil Ekstasi

4 Nov 2020, November 04, 2020 WAT
Last Updated 2020-11-03T23:41:53Z

Banda Aceh- Tim Direktorat Narkoba Polda Aceh dan jajaran dalam mengungkap sindikat Narkotika kelas kakap dan berhasil menangkap sejumlah pelaku dan barang bukti narkoba yang dilaksanakan di Lapangan Tengah Mapolda Aceh, Selasa, 3 November 2020.


Kepala Kepolisian Daerah Aceh Irjen Pol  Wahyu Widada  menjelaskan  dalam pengungkapan yang dilakukan oleh Tim dari Direktorat Narkoba Polda Aceh dan jajaran kali ini sangat besar dan mencapai 101 kg, yang terdiri dari 81 kg narkotika jenis sabu dan 20 kg pil ekstasi. 


Selain menyita sabu dan ekstasi, polisi menyita 5 unit mobil dan 5 sepeda motor yang digunakan oleh para tersangka. 


Saat ini Aceh menjadi daerah yang sangat strategis bagi para penjahat khususnya narkoba untuk menjadi tempat mendaratnya barang haram tersebut.


"Dari pengungkapan kasus ini berhasil diamankan 8 orang tersangka diantaranya MR sebagai pengatur di lapangan, IB tukang bongkar, HD pemilik kapal, sedangkan ND, AB, AW, KM, dan LM berperan sebagai kurir sedangkan 1 pelaku yang berinisial JN yang bertugas sebagai pawang, atau penjemput narkoba di laut, dan kini tewas ditembak karena kabur saat hendak ditangkap," jelas Wahyu. 


Lanjut Wahyu, narkoba ini diduga dipasok oleh bandar lain yang berada di Malaysia dan diselundupkan ke Aceh melalui jalur laut. 


"Nantinya barang haram ini akan diedarkan ke Pulau Sumatera dan Pulau Jawa," tambahnya.


Untuk mempersempit ruang gerak para pelaku penyeludupan narkoba, petugas kepolisian diperintahkan untuk menindak tegas bagi penyeludup hingga pemakai narkoba di Aceh. 


"Saya pastikan akan memberantas habis penyeludup, pengedar maupun pemakai narkoba di Tanah Serambi Mekkah ini. Berapa banyak keluarganya yang hancur karena narkoba, berapa banyak generasi yang rusak oleh barang-barang haram tersebut. Oleh karena mari kita sama-sama baik dari BNN, Bea Cukai, Ditnarkoba, masyarakat dan segenap unsur lainnya untuk bersama - sama memberantas peredaran narkoba di Provinsi Aceh," tegas Kapolda Aceh.

TrendingMore