Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Monetize your website traffic with yX Media

Mengenang Sosok Sang Legendaris Tendangan Pisang PSMS Medan, Parlin Siagian

Timnas Brazil memiliki Roberto Rivelinodengan kemampuan “tendangan pisang” yang hampir tidak pernah gagal menembus gawang lawan. 

Istimewa




Timnas Indonesia memiliki Ronny Pattinasarani  yang turut menggunakan teknik “tendangan pisang” hingga mampu mengantarkan Indonesia lolos ke final melawan Korea Selatan di President Cup 1980 Seoul Korea Selatan. 


PSMS Medan juga memiliki jagoan yang tak kalah hebatnya dengan Ronny patti  dengan kemampuan tendangan pisangnya yaitu Parlindungan Siagian atau akrab dipanggil bang Parlin. 

Parlin Siagian secara khusus, terus menerus melatih kemampuan “tendangan pisang” ini secara mandiri dan tambahan penyempurnaannya dari pelatih PSMS Medan Jusuf Siregar.


Parlin Siagian pertama kali membela PSMS Medan selaku tuan rumah pada tahun 1972 setelah di final berhasil mengalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 3-1. Parlin Siagian sendiri menyumbangkan 4 gol sepanjang turnamen berlangsung yang membuatnya menjadi salah satu pencetak gol terbanyak di turnamen tersebut.


Dia merupakan pemain penting yang mengantarkan PSMS juara perserikatan tahun 1975. 

Pada final perserikatan 1975, Parlin Siagian terlebih dahulu membobol gawang Persija. 


Persija kemudian menyamakan kedudukan. Laga berakhir rusuh dan kisruh,pada akhirnya PSMS dan Persija dinobatkan sebagai juara bersama. Trofinya sendiri diserahkan oleh Ketua Umum PSSI Bardosono untuk diusung bersamaan oleh kedua kapten, Oyong Liza dari Persija Jakarta dan kapten Yuswardi dari PSMS Medan.

Setelah karirnya sukses sebagai pemain PSMS Medan sejak tahun 1971, dengan mengangkat 5 trofi. 


Pada tahun 1982 Parlin Siagian dipilih melatih PSMS. Dia kemudian mengantarkan PSMS juara Perserikatan 1983 setelah mengalahkan Persib di final. 

Parlin sebagai pelatih kembali mengantarkan PSMS Juara perserikatan 1985 mengalahkan Persib Bandung. Final ini sangat bersejarah  karena ditonton langsung sekitar 150 ribu penonton di Senayan. 


Sebagai pelatih yang cerdik Parlin Siagian sukses mengangkat 2 trofi kompetisi Divisi Utama Perserikatan Tahun 1983 dan kompetisi Divisi Utama Perserikatan Tahun 1985.    


Parlin Siagian juga tidak hanya sukses melatih PSMS Medan, dia juga sukses melatih sejumlah klub Indonesia lainnya. Parlin pernah sukses melatih Persiraja Banda Aceh, PSDS Deli Serdang dan tim sepakbola PON Aceh.Bahkan, Parlin Siagian juga pernah membawa PSPS Pekanbaru promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia pada tahun1999.


Penulis: Augesti Geovani