Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Monetize your website traffic with yX Media

Ganja Cair Asal Tiongkok Terdeteksi Pertama Kali Masuk Ke Sumut

 


Deli  Serdang -Petugas Kantor Bea Cukai (BC) Kualanamu, Sumatera Utara menggagalkan peredaran Narkotika Golongan I yaitu Tetrahydrocannabinol atau yang kerap disebut ganja cair yang berasal dari Tiongkok. Ganja cair itu pertama kali terdeteksi masuk ke wilayah Sumatera Utara melalui bandara.

Untuk pertama kalinya, narkotika golongan satu yaitu tetrahydrocannabinol atau yang kerap disebut ganja cair yang berasal dari Tiongkok, terdeteksi masuk ke wilayah  Sumatera Utara.

 

Peredaran senyawa kimia dari tanaman ganja yang biasanya dijadikan bahan untuk campuran liquid rokok elektronik atau vape tersebut, digagalkan petugas kantor bea cukai kualanamu, Sumatera Utara, pada  9 November 2020 lalu.

 


Kepala Kantor Bea Cukai Kualanamu, Elfi Haris menjelaskan barang haram sebanyak 3 botol dengan isi total 30 mililiter itu pertama kali terdeteksi oleh petugas, lewat pengiriman barang melalui kantor pos pada tanggal 6 november.

 

Petugas yang curiga, kemudian memeriksanya di laboratorium Bea Cukai, dan mendapati hasilnya merupakan senyawa kimia dari tetrahydrocannabinol yang masuk dalam narkotika golongan satu.

 

Setelahnya, pada tanggal  9 Nopember, petugas bea cukai berkoordinasi dengan Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara, untuk melakukan teknik control delivery, guna memastikan penerima barang memang memesan langsung dari Tiongkok.

 

Saat barang diantar, penerima berinisial JE berumur 39 tahun yang menerima barang, langsung diciduk petugas gabungan, dan dibawa ke markas Polda Sumatera Utara.

“Untuk spesifikasi barang thc ini dalam bentuk cair atau bahasa pasaran kita ganja cair ini memang yang pertama kali.  Yang masuk lewat barang kiriman pos. Yang menurut pengakuan mereka dibeli secara online. Tapi hasil lab positif ini menyatalan adalah narkotika golongan 1 sehingga kita tetap melakukan penegakan dan berkoordinasi dengan teman-teman Polda Sumut.” jelas Elfi, Sabtu 14 Nopember 2020.

 

Sementara itu Wakil Direktur Reserse Polda Sumut, AKBP  Agus Darojat, mengatakan akan menyelidiki lebih lanjut, apakah penerima barang merupakan pemakai atau pengedar yang terlibat dalam jaringan narkoba internasional.

 

Dari hasil pemeriksaan  sementara, penerima barang mengaku baru pertama kali memesan barang tersebut dari aplikasi online dan digunakan untuk kebutuhan aromatherapi tanpa mengetahui kandungan kimia narkotika yang ada di dalamnya.

 

“Pertama kita kerjasama dengan pihak bea cukai dan ada penyerahan dari bea cukai kemudian kita delivery control kepada siapa barang itu akan diberikan kemudian kita lakukan penangkapan dengan bea cukai juga, kemudian hasil pemeriksaan yang bersangkutan ini menyiapkan uang hanya untuk biaya pengiriman saja. kemudian pendalaman pemeriksaan yang bersangkutan juga belum pernah melakukan penggunaan barang itu. hasil lab yang memang sudah kita kirim memang positif tetapi yang bersangkutan hasil pemeriksaannya belum pernah memakai narkoba.” kata Agus.

 

Sementara itu, selama april hingga oktober 2020, kantor Bea Cukai Kualanamu juga telah menggagalkan pengiriman ratusan barang elektronik dan sex toys, yang ditaksir bernilai ratusan juta rupiah, yang masuk kategori larangan atau pembatasan (lartas).