Advertisement

Monetize your website traffic with yX Media
Hukum & Kriminal

14 Tahun Beroperasi, Praktik Aborsi Ini Digrebek Polisi

4 Nov 2020, November 04, 2020 WAT
Last Updated 2020-11-04T11:15:34Z

Serang- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dir Krimsus) Polda Banten mengungkap praktik klinik aborsi illegal di Kampung Cipacing Desa Ciputri, Kecamatan Kaduhejo Kabupaten Pandeglang, Banten yang telah beroperasi selama 14 tahun.



Dari penangkapan tersebut polisi menangkap 3 pelaku berinisial NN (53) bidan, ER (38) perawat, dan seorang pasien RY (23) yang berprofesi sebagai karyawan swasta.


Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Krimsus) Polda Banten Kombes Pol Nunung Syaifuddin,  mengatakan terungkapnya kasus ini berdasar informasi dari masyarakat. Warga curiga terhadap Klinik Bidan Sejahtra yang diduga dipergunakan untuk menggugurkan kandungan.


Atas informasi tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dengan membuntuti salah satu pasien yang hendak aborsi di Klinik Bidan Sejahtra.


"Ketika di jalan, kita tanya kepada satu pasien dan mengaku bahwa dirinya sudah melakukan aborsi di klinik tersebut. Saat diperiksa di dalam klinik itu masih terdapat gumpalan darah bekas aborsi di salah satu wastafel,” jelas Dir Krimsus Polda Banten.


Sementara itu dari keterangan tersangka, klinik aborsi ilegal tersebut sudah dijalankan sejak 2006 dan telah melakukan aborsi lebih dari seratus kali dengan harga atau tarif per pasien itu Rp 2,5 juta.


Sedangkan jika bayi dari hasil aborsi tersebut di atas 3 bulan maka dibawa pasien. dan bila bayi yang masih di bawah 3 bulan di buang ke saluran wastafel.


Dalam pengungkapan tersebut juga, polisi menyita beberapa barang bukti seperti satu buah sendok kuret, dua buah kominstrumen, obat injeksi, suntikan, dan satu buah meja genokologi serta uang senilai Rp 2,5 juta.


Atas perbuatannya itu, tersangka NN dikenakan pasal 194 jo pasal 75 ayat (2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.


Sedangkan tersangka RY dijerat pasal 346 KUHP jo pasal 55 ayat (1) KUHP I, barang siapa yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain terancam hukuman penjara paling lama 4 tahun.

TrendingMore