Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget




 

Waspada Dengan Bahan Pembalut yang Berbahaya



Hampir semua pembalut  sama satu dengan yang lain. Tapi, jangan sampai kamu salah pilih.  Salah satu cara mengenali pembalut berbahaya adalah dengan membaca bahan-bahan yang terkandung di dalamnya.  


Penggunaan pembalut yang mengandung zat tertentu tidak hanya dapat menyebabkan iritasi, tapi juga diyakini dapat membahayakan kesehatan organ intim. Oleh karena itu, mari kenali ciri-ciri dari pembalut berbahaya.


Cermat dalam Memilih dan Mengenali Bahan Pembalut

Pembalut digunakan untuk menampung darah dari vagina saat menstruasi atau haid. Selain itu, pembalut juga dapat digunakan setelah melahirkan, keguguran, setelah operasi di area kewanitaan, atau pada kondisi lain yang menyebabkan keluarnya darah dari vagina.


Pembalut umumnya terbuat dari bahan dasar kapas. Selain kapas, ada bahan atau zat lain yang ditambahkan pada pembalut. Beberapa di antaranya diyakini dapat membahayakan kesehatan. Bahan pembalut yang berbahaya tersebut adalah:


1. Pewangi tambahan

Beberapa produsen pembalut menambahkan zat pewangi pada produk pembalut yang diproduksinya karena diyakini dapat menyamarkan bau darah saat menstruasi.


Padahal, penambahan zat pewangi pada produk pembalut tidak diperlukan. Selain efektivitasnya tidak terbukti, penambahan zat pewangi pada pembalut justru dapat menyebabkan iritasi kulit pada area kewanitaan.


2. Gas klorin


Gas klorin biasa digunakan dalam proses pemutihan. Penggunaan klorin dalam proses pembuatan pembalut wanita dianggap tidak aman, karena gas klorin dapat menghasilkan dioksin yang bersifat karsinogenik, yaitu berpotensi menyebabkan kanker.



3. Pewarna

Produk yang digunakan pada daerah sensitif wanita seharusnya tidak mengandung pewarna. Itulah sebabnya, pembalut yang mengandung pewarna dianggap berbahaya dan tidak dianjurkan.


Karena adanya kekhawatiran pembalut di Indonesia mengandung klorin, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menyatakan bahwa kadar klorin yang terkandung pada pembalut yang beredar di pasaran masih dalam batasan yang aman.


4. Pestisida

Mungkin bahan ini tidak tercantum pada kemasan produk. Namun, beberapa pembalut ternyata mengandung pestisida. Pembalut yang mengandung pestisida dianggap membahayakan kesehatan karena dapat menyebabkan reaksi alergi berupa gatal, kemerahan, nyeri, dan bengkak.


Perhatikan Hal Ini saat Menggunakan Pembalut

Meski Anda menggunakan pembalut yang sudah dinyatakan aman, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk mengurangi risiko terjadinya gangguan kesehatan saat menggunakan pembalut, yaitu:


Memilih pembalut dengan daya serap yang sesuai

Pilih pembalut yang daya serapnya sesuai dengan jumlah darah yang keluar saat menstruasi. Penggunaan pembalut dengan daya serap ekstra saat menstruasi tidak disarankan, karena akan membuat Anda jarang mengganti pembalut. Hal ini dapat memicu terjadinya infeksi.


Ketika memilih pembalut, perhatikan bahan-bahan yang terkandung di dalamnya. Jika kamu ragu atau khawatir, gunakan pembalut dari kain katun yang dapat dicuci atau menstrual cup sebagai alternatif. Anda juga dapat bertanya kepada dokter mengenai jenis pembalut yang paling aman dan sesuai untuk Anda.


Menjaga kebersihan organ intim

Saat sedang menstruasi, jagalah kebersihan organ intim dengan mengganti pembalut setiap 3-4 jam. Ganti pembalut lebih sering jika Anda mengalami perdarahan yang banyak. Tujuannya adalah untuk menghindari perkembangan bakteri dan bau tidak sedap.


Selain itu, selalu bersihkan organ intim dengan air yang mengalir sewaktu mengganti pembalut, saat mandi, setiap kali habis buang air kecil atau buang air besar.


Sumber:Kenali Bahan-Bahan pada Pembalut Berbahaya