Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget




 

Walau Lucu, Hati-Hati Kucing Bisa Sebabkan Penyakit Toksoplasma




Tingkahnya yang lucu dan menggemaskan, membuat para pencinta binatang mengincar kucing untuk dijadikan peliharaan. Bahkan sangking sayangnya dengan hewan imut ini, membuat pemeliharanya tak sungkan berbagi makanan dan tempat tidurnya. Namun perlu diketahui bahwa kebiasaan tersebut dapat mengundang penyakit toksoplasma bagi manusia. 


Kondisi ini merupakan infeksi pada manusia yang disebabkan oleh parasit protozoa (organisme bersel satu) Toxoplasma gondii (T. gondii). Dalam kebanyakan kasus, parasit ini sering terdapat pada kotoran kucing atau daging yang belum matang.


Pada orang yang sehat umumnya tidak membahayakan, karena sistem kekebalan tubuh dapat mengendalikan infeksi parasit ini. Tapi, untuk orang-orang dengan sistem imun yang lemah atau ibu hamil, lain lagi ceritanya. Infeksi toksoplasmosis ini membutuhkan penanganan medis yang serius untuk menghindari komplikasi yang berat.


Penyakit ini biasanya menular dari hewan seperti kucing ke manusia, namun manusia tidak dapat menularkannya ke manusia lainnya. Tetapi berbeda halnya dengan ibu hamil, pasalnya virus ini dapat menyebar dari ibu ke janin.


Bahaya Toksoplasma pada ibu janin adalah:

·  Kelahiran prematur

 

·  Kecacatan pada bayi

 

·  Kepala terlihat lebih kecil (mikrosefalus)

 

·  Kepala menjadi besar karena penumpukan cairan otak di kepala (hidrosefalus)

 

·  Pembesaran organ hati dan limfa.

 

·  Hilangnya pendengaran, dll

 

·  Keguguran

 

·  Kematian janin dalam kandungan


Infeksi yang satu ini bisa menimbulkan komplikasi yang serius, seperti:


Toksoplasmosis Okular. Komplikasi ini karena peradangan dan luka pada mata yang diakibatkan oleh parasit.  Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan penglihatan, muncul floater (seperti ada benda kecil yang melayang-layang menghalangi pandangan) pada mata, hingga kebutaan.


Toksoplasmosis Kongenital. 


Komplikasi ini terjadi saat janin yang dikandung ikut terinfeksi toksoplasmosis. Ini bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan pada janin. Misalnya hidrosefalus, epilepsi, kehilangan pendengaran, kerusakan otak, gangguan kemampuan belajar, penyakit kuning,  toksoplasmosis okular, dan cerebral palsy.


Toksoplasmosis Serebral. 


Jika pengidap gangguan sistem kekebalan tubuh terinfeksi oleh toksoplasmosis, maka infeksi tersebut bisa menyebar ke otak dan bisa mengancam nyawa pengidap. Beberapa gejalanya adalah sakit kepala, kebingungan, gangguan koordinasi, kejang-kejang, demam tinggi, bicara tidak jelas, dan toksoplasmosis okular.


Walau kucing memang bukan satu-satunya penyebab Toksoplasma, namun bagi kamu yang memelihara kucing, beberapa hal di bawah ini dapat kamu lakukan untuk mengurangi risiko terkena toksoplasmosis yaitu:


1.      Jagalah kesehatan kucing peliharaan.


2.      Hindari untuk memungut serta memelihara kucing liar.


3.      Gunakan sarung tangan dan masker muka saat membersihkan wadah kotoran.


4.      Berikan kucing makanan kering atau kalengan daripada daging mentah.