Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget




 

Tujuh Rumah Warga Garut Rusak Berat Akibat Banjir

Foto : Arus banjir di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (12/10) mengakibatkan sejumlah kerusakan fisik berupa bangunan tempat tinggal dan fasilitas umum. (BPBD Kabupaten Garut)


Jakarta – Hujan dengan intenstias tinggi memicu meluapnya debit air Sungai Cipalebuh dan Cikaso. Peristiwa tersebut memicu banjir di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, pada Senin 12 Oktober 2020, pukul 04.30 WIB. 


Arus banjir yang kuat mengakibatkan sejumlah kerusakan fisik berupa bangunan tempat tinggal dan fasilitas umum. Longsoran ini juga terpantau menutup akses jalan di Desa Sirnabakti.


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut mendata sejak Senin 12 Oktober pukul 17.30 WIB, sebanyak 7 unit mengalami rusak berat, 20 rumah rusak sedang dan 35 rumah rusak ringan.selain itu 250 unit lainya terendam oleh banjir.


Sementara itu banir juga merusak sejumlah fasilitas umum, seperti rumah ibadah, fasilitas Kesehatan , kantor pemerintah dan 3 jembatan alami rusak berat.. 


Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati menjelaskan, saat banjir terjadi pada Senin 20 Oktober kemarin, tinggi air antara 100 hingga 150 cm. 


"Dan pada sore hari pantauan tim BPBD di lapangan menyebutkan air telah surut di Desa Sirnabakti, Kecamatan Pameungpeuk. Genanganan air berdampak pada 992 KK, sedangkan 60 KK mengungsi di Pendopo Kecamatan Pamengpeuk," jelas Raditya, Selasa 13 Oktober 2020.


BPBD setempat sejak awal melakukan koordinasi dengan aparat pemerintah dan mitra terkait di tingkat kecamatan, Basarnas, TNI, Polri dan pihak lain di daerah untuk melakukan penanganan darurat. 


BPBD telah mengevakuasi warga ke tempat yang aman. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD terus melakukan pemutakhiran data di lapangan. 


Data sementara, banjir ini berdampak di beberapa desa di Kecamatan Pameungpeuk, yakni di Desa Mandalakasih (Kampung  Leuwi simar, Punaga, Sukapura, Asisor dan Sukagalih), Desa Sirnabakti (Leuwigenteng), Desa Paas (Segleng), Desa Jatimulya (Babakan, Selaawi, Jampang, Cidahon dan Cikuda) dan Desa Bojong Kidul. 


Sedangkan berdasarkan prakiraan cuaca pada 12 hingga 14 Oktober 2020 yang dapat diakses pada situs bmkg.go.id, informasi peringatan dini BMKG menginformasikan wilayah yang berpotensi terjadinya hujan disertai angin kencang di wilayah Jawa Barat, antara lain Depok, Bogor, Cianjur, Sukabumi, Bekasi, Purwakarta, Bandung, Cimahi, Subang, Sumedang, Majalengka, Kuningan, Pangandaran, Tasikmalaya, dan Garut pada sore hingga malam hari serta hujan sedang hingga lebat di wilayah Ciamis, Banjar, Tasikmalaya, Garut, dan Kuningan pada malam hingga dini hari.


Menyikapi kondisi ini, masyarakat diimbau untuk terus waspada dan siap siaga dalam menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi. 


Identifikasi potensi bahaya dan diskusikan dengan anggota keluarga terhadap risiko dan upaya pencegahan maupun langkah mitigasi untuk mengurangi atau menghindarkan dampak bencana.