Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget




 

Temukan Alasan Mengapa Pasien RSJ Kebanyakan Laki-Laki




Jika anda berpikir kebanyakan orang yang mengalami gangguan kejiwaan adalah kaum wanita, coba sesekali anda berkunjung ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Nyatanya kuantitas pasien laki-laki  jauh lebih banyak ketimbang pasien perempuan.


Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (riskesdas) 2007 disebutkan, rata-rata nasional gangguan mental emosional ringan, seperti cemas dan depresi pada penduduk berusia 15 tahun ke atas mencapai 11,6%. Sedangkan yang mengalami gangguan mental berat, seperti psikotis, skizofrenia, dan gangguan depresi berat, sebesar 0,46%.


Untuk gangguan jiwa ringan banyak diderita kaum perempuan, yaitu dua kali lebih banyak dibanding laki laki. Sedangkan gangguan jiwa berat pada perempuan lebih ringan dibanding laki-laki.


Berdasarkan data tersebut bisa disimpulkan bahwa gangguan jiwa berat lebih banyak diderita laki-laki. Padahal World Health Organization (WHO) pernah mengungkapkan bila sebenarnya wanita lebih rentan terkena gejala stres yang berujung pada depresi daripada pria. Soalnya ada perbedaan biologis antara pria dan wanita seperti hormon. Selain itu perbedaan faktor sosial juga memainkan peran besar.


Namun seperti dikutip dari Medical Daily bila wanita memiliki lebih banyak hormon estrogen yang dapat memproteksi diri dari gangguan kejiwaan. Sehingga meskipun rentan terkena gejala stres namun wanita cenderung dapat melewatinya lebih baik dan kuat dari pria.


Wanita, biasanya mengurangi depresi dan berbagai tekanan lainnya biasa dengan mengekspresikan kondisi psikologi agar beban tersebut berkurang seperti berteriak, menangis, atau curhat kepada orang terdekat seperti keluarga atau sahabat dekat.


Namun berbeda halnya dengan laki-laki, kebanyakan dari mereka lebih memilih diam dan memendam segala masalah dalam hidupnya yang akibatnya beban pikiran itu semakin lama semakin besar, dan bisa berakibat fatal yang semakin lama dapat berujung pada gangguan kejiwaan. 


Kenapa laki-laki lebih memilih diam?  Untuk sebagian besar dari mereka, menangis atau curhat karena sebuah masalah itu adalah sebuah kekalahan yang sangat memalukan. Itulah sebabnya lebih sering berperang sendirian, tidak mau mencari pertolongan dari luar dan menutup diri dari lingkungan sosial.


Entah itu laki-laki atau wanita, manusia tetaplah makhluk sosial yang butuh bantuan orang lain. Tidak baik selalu memendam masalah sendiri dan selalu berusaha mandiri, ada kalanya kita mebutuhkan orang lain untuk berbagi walau tidak selalu dengan bercerita dapat menyelesaikan masalah, setidaknya  kamu sedang meluapkan dan mengeluarkan segala emosi dan gundah yang sedang kamu alami sehingga bebanmu sedikit berkurang.