Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget




 

5 Kilogram Sabu Disita dari Mes Pemkot Tanjung Balai



Medan- Petugas kepolisian dari Satresnarkoba Polrestabes Medan mengungkap sindikat 18 kilogram narkoba jenis sabu. Dari pengungkapan tersebut polisi menangkap 6 tersangka dan menyita 5 kilogram sabu yang disimpan di mes Pemkot Tanjungbalai.


Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko  menjelaskan terungkapnya kasus tersebut berawal saat petugas mendapat informasi, adanya sindikat narkoba yang akan memasok sabu dari Kota Medan ke Kota Tanjungbalai, pada Selasa 29 September 2020. 


"Personel kemudian langsung melakukan penyelidikan," jelas Riko, Senin 5 Oktober 2020.


Keenam pelaku  yang ditangkap  berinisial JSP (51) dan CP (31) , warga Tanjungbalai, lalu SP (36) warga Kota Medan. 


Sedangkan tersangka lainnya merupakan warga  Aceh IB (25), MK (21) dan RMN (30). Sedangkan 1 tersangka lagi RMN terpaksa ditembak karena melawan petugas. 


Untuk mengungkap kasus ini polisi terpaksa melakukan penyamaran dan menangkap 3 tersangka JSP, CP dan SP di salah satu jalan di Medan.


Dari ketiga tersangka polisi berhasil menyita barang bukti 4 kilogram narkoba jenis sabu. Setelah melakukan pengembangan ketiga tersangka mengaku menyimpan sabu  di salah satu kamar di mes Pemkot Tanjung Balai di Jalan Karya Jaya Kecamatan Medan Johor, Kota Medan.


"Petugas kemudian berhasil menemukan barang bukti lain berupa 5 kilogram sabu dalam lima bungkus kemasan yang disimpan di dalam kamar mes yang tertulis Sekda Pemkot Tanjungbalai," ujar Riko. 


Setelah dilakukan pengembangan polisi akhirnya meringkus tersangka IB (25) di stasiun Bus Bintang Utara yang berada di Jalan SM Raja, Kota Medan, dan menyita Barang bukti 1 kilogram sabu. 


Dari hasil pemeriksaan  terhadap tersangka IB, polisi akhirnya menangkap dua rekannya lagi yang masih akan mengantar sabu dari Dumai. yakni tersangka MK dan MRN di Jalan Gatot Subroto Medan.


“Barang bukti 8 kilogram sabu diamankan. (Namun) Karena berusaha menyerang petugas dengan sajam, tersangka RMN terpaksa ditembak dan meninggal dunia dalam perjalanan ke RS," tambah Riko.


 

Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.