Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Monetize your website traffic with yX Media

Selain Virus Corona Kenali Virus Mematikan Lainnya yang pernah Melanda Dunia



 

Sejak munculnya virus corona pada akhir 2019 lalu yang dikeanal dengan virus covid-19, menghebohkan jagad raya. Bagaimana tidak? Virus yang pertama kali terdeteksi di Cina ini penyebarannya begitu cepat bahkan sampai ke mancanegara. Banyak negara yang kewalahan dalam menghadapi pasien covid-19 yang terus bertambah hari ke harinya bahkan sampai saat ini. walau banyak yang tidak dapat bertahan dari virus dan akhirnya harus kehilangan nyawa, namun tak sedikit juga pasien yang terselamatkan dan berhasil sembuh. Namun tahukah anda, sebelum virus covid-19 ada beberapa virus yang jauh lebih mematikan yang pernah melanda dunia? Berikut 5 virus mematikan di dunia selain virus covid-19:


1. SARS - COV


Diketahui, virus penyebab COVID-19 dan SARS berasal dari keluarga virus yang sama, yaitu coronavirus dengan masa inkubasi 1-14 hari (rata-rata 4-5 hari). WHO menyebutkan, virus ini pertama kali muncul dari Provinsi Guangdong, China pada tahun 2002. Usai mewabah di China, virus ini kemudian menyebar ke 26 negara. Penyakit ini mengakibatkan demam, nyeri sendi, dan pneumonia. Angka kematian akibat penyakit ini mencapai 9,6 persen, dan sampai saat ini belum ada vaksinnya.


Para ahli menduga bahwa virus penyebab SARS berasal dari kelelawar dan luwak. Virus ini kemudian bermutasi menjadi virus baru yang bisa menular dari hewan ke manusia dan dari manusia ke manusia. Sudah tidak ada wabah SARS sejak 2004. Tidak lagi ditemukan laporan kasus SARS juga semenjak itu. Pencegahan yang dilakukan oleh SARS mirip-mirip dengan deteksi dini, isolasi, dan social distancing.


2. VIRUS E-BOLA

 

Ebola adalah virus biang infeksi yang menyebabkan pendarahan parah, kegagalan organ, dan  berdampak fatal apabila tidak ditangani dengan tepat. Sejak ditemukan pada 1976, sebagian besar kasus dan wabah ebola terjadi di Arfika


Ebola berasal dari keluarga virus filoviridae. Virus ini menyebar melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh lainnya, termasuk hewan yang terinfeksi. Seseorang yang terinfeksi virus ini, memiliki gejala yang serupa dengan demam berdarah.

 

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), angka kematian penyakit ebola berada di kisaran 50 persen, tepatnya antara 25 hingga 90 persen. Dengan angka fantastis ini menjadikan virus ebola menjadi virus paling mematikan di dunia.


3. HIV/AIDS


Pada awal mulanya kasus HIV dan AIDS ditemukan di rumah sakit–rumah sakit di negara Afrika  Sub  Sahara pada akhir tahun 1970-an. Tetapi kasus AIDS pertama kali dilaporkan oleh Gottleib dan kawan-kawan di Los Angeles pada tanggal 5 Juni 1981.


Penyakit HIV menghancurkan sel darah putih, T CD4, yang sangat berperan bagi tubuh dalam melawan penyakit. Semakin sedikit sel T CD4, berarti semakin lemah pula sistem imun tubuh.


Selama jumlah sel T CD4 di dalam tubuh masih di atas 200, HIV belum berubah menjadi AIDS. HIV bisa menginfeksi tubuh selama bertahun-tahun sebelum bertransformasi menjadi AIDS. 


Di dunia modern, HIV menjadi salah satu virus mematikan yang dijuluki sebagai 'Pembunuh Terbesar karena diperkirakan sudah sekitar 32 juta orang yang telah meninggal sejak virus ini pertama kali dikenali.


penularan terjadi jika bertukar cairan tubuh seperti darah, air mani, cairan vagina dan air susu ibu dengan penderita HIV/AIDS. Berbagai penyebab pertukaran cairan tubuh tersebut antara lain melakukan hubungan seksual, memakai jarum suntik yang sama, atau dari peralatan tato.Tapi HIV tidak bisa ditularkan melalui kontak kulit atau air liur, asalkan tidak luka terbuka.


Sampai sekarang, belum ada obat untuk menyembuhkan secara penuh pasien terjangkit HIV/AIDS. Selain kesempatan sembuh yang rendah bagi penderita, penyakit ini juga bisa mengakibatkan pasien mengalami komplikasi penyakit karena kekebalan tubuh yang melemah.


4. VIRUS FLU SPANYOL


Pandemi flu besar atau yang disebut sebagai Flu Spanyol, terjadi pada 1918 dan 1919. Peristiwa ini mulai menyebar di AS, lalu muncul di Afrika Barat dan Prancis, kemudian menyebar hampir ke seluruh dunia. Pandemi flu ini diperkirakan menewaskan 50 juta orang di seluruh dunia.


Virus ini memiliki kesamaan dengan COVID-19, yaitu gejalanya mirip dengan influenza, penularan yang cepat, dan menyebabkan kematian. Wabah penyakit flu Spanyol juga menjadi salah satu faktor perdamaian perang dunia pertama dikarenakan banyak tentara yang meninggal akibat virus ini.


5. FLU BABI


Pandemi Flu Babi yang disebabkan virus H1N1 terjadi sekitar 11 tahun yang lalu, tepatnya pertengahan tahun 2009 hingga tahun 2010. Ini merupakan pandemi terakhir yang terjadi sebelum Covid-19 sekarang.


Ketika manusia terserang virus flu babi ada beberapa penyakit yang mungkin diderita oleh manusia seperti pneumonia, penyakit neurologi, serta dapat memperburuk penyakit kronis. Pandemik Flu Babi telah menginfeksi lebih dari 1,4 miliar orang di seluruh dunia dan menewaskan sekitar 575.000 korbannya.


Lain halnya dengan pasien dari Covid-19 yang sebagian besar kasus meninggal terjadi pada pasien yang berusia di atas 60 tahun yang memiliki gangguan kesehatan bawaan sebelumnya, Flu Babi justru banyak menyerang kalangan anak-anak dan dewasa muda. Bahkan 80 persen kasus kematian terjadi pada golongan di bawah usia 65 tahun.


Penulis: Augesti Geovani