Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Monetize your website traffic with yX Media

Pelepasliaran 18 Satwa di TWA Danau Sicike Cike




Sicike-cike- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera melepasliarkan 18 ekor satwa dilindungi.


Sebelum dilepasliarkan  18 satwa  ini telah melalui proses pemeriksaan kesehatan dan adaptasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit oleh Tim Medis. 




Salah satu tim medis yang ikut serta dalam pelepasliaran, Zakia Sheila Faradillah  menyebutkan seluruh satwa dalam kondisi sehat dan secara fisik layak untuk dilepasliarkaan. Penetapan kawasan TWA Danau Sicike cike menjadi lokasi pelepasliaran didasarkan pada pertimbangan kesesuaian lokasi habitat serta ketersediaan pakan satwa.


"Disamping itu juga kondisi kawasan ini termasuk aman dan terhindar dari berbagai aktifitas manusia," sebut Zakia, Senin 19 Oktober 2020.


Ke 18 satwa yang dilepasliarkan terdiri dari 2 ekor cica daun besar (Chloropsis sonnerati), 1 ekor cica daun sayap biru (Chloropsis cochinchinensis), 2 ekor tangkar uli sumatera (Dendrocitta occipitalis), 4 ekor takur api (Psilopogon pyrolophus), 1 ekor elang alap (Accipiter trivirgatus), 1 ekor kucing hutan (Felis bengalensis) dan 6 ekor kukang (Nycticebus coucang).  



Pelepasliaran 18 ekor satwa liar dilindungi Undang –undang berkat kerjasama yang baik dengan lembaga mitra  Yayasan Konservasi Species Indonesia (YKPSI), Indonesian Species Conservation Program (ISCP) yang selama ini aktif membantu Balai Besar KSDA Sumatera Utara dalam kegiatan rehabilitasi dan pelepasliaran satwa terutama untuk jenis Kukang.


Dalam pelepasliaran kali ini ada  enam ekor Kukang yang dirilis, merupakan hasil penyerahan masyarakat Ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Lembaga YPKSI setelah sebelumnya dirawat di Kandang Sosialisasi YPSI di Rumah Pil Pil Sibolangit. 


Sedangkan untuk jenis Cica Daun Besar, Cica Daun Sayap Biru, Tangkar Uli Sumatera, Takur Api, merupakan satwa translokasi dari Balai Besar KSDA Jawa Timur yang sebelumnya dirawat dan direhabilitasi di PPS Sibolangit sejak tanggal 16 September 2020. 



Selain itu satwa jenis elang alap serta kucing hutan merupakan penyerahan masyarakat ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara. 


Pelepasliaran burung dan kukang di TWA Sicike-cike mendapat perhatian khusus dari pejabat Struktural lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara.