Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Monetize your website traffic with yX Media

KOMPAK Minta Pemkab Jemput Paksa Para Kades Perihal Bimtek Ke Bandung

 


Serdang Bedagai- Puluhan warga satuan Konsorsium Masyarakat Pedesaan Anti Korupsi (KOMPAK) menggelar aksi di depan Halaman  Kantor Bupati di Desa Firdaus,  Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara, Kamis 22 Oktober 2020.

Dalam aksi damai ini, KOMPAK menyuarakan perihal pemberangkatan ratusan kepala desa Bimtek ke Bandung.

 

KOMPAK menduga telah terjadi penyelewengan dan penyalahgunaan wewenang dalam hal kegiatan yang mengatasnamakan PARALEGAL dengan adanya kegiatan study banding ke daerah Bandung yang telah dilakukan oknum kepala desa Sergai, dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) tidak mengetahui kegiatan tersebut.

 

Sementara Pjs Bupati Sergai pun tidak mengetahui terkait keberangkatan oknum kepala desa ke daerah Bandung itu.

 

Jadi hal ini menimbulkan suatu pertanyaan yang besar di masyarakat apalagi dalam masa Pandemi Covid 19 yang menjadi bencana Nasional.

 


Salah satu kordinator aksi, Rozi Albanjari KOMPAK Sergai meminta kepada Pjs Bupati Sergai untuk memanggil paksa seluruh Kades yang berangkat Study Banding ke Bandung.

 

Mendesak Inspektorat Sergai untuk melakukan penyelidikan terkait keberangkatan Study Banding Kades yang diduga ilegal.

 

Mendesak Kejari Sergai untuk segera melakukan penyelidikan atas keberangkatan study banding kepala desa ke daerah Bandung yang disenyalir melakukan kegiatan ilegal dan menggunakan Dana Desa (DD) ataupun Anggaran Dana Desa (ADD).

 

Mengusut tuntas oknum intelektual dalam keberangkatan oknum Kades ke daerah Bandung serta Panitia dalam kegiatan study banding tersebut, " ujar Rozi.

 

 

Sementara Gustian selaku Kepala Inspektorat Sergai mewakili Pjs Bupati Irman mengatakan, dalam penjemputan paksa para Kades pihak inspektorat akan berkoordinasi dengan pihak gugus tugas Covid 19 Sergai.

 

Dan, Pemkab sergai sudah menyatakan kepada seluruh Kades yang berangkat ke Bandung harus di tes swab, namun hingga saat ini cuma 8 kades aja melakukan tes swab,

 

" Ditambah Gustian, jika hasil tes swab para Kades belum ada hasilnya Inspektorat tidak akan memeriksa kades tersebut perihal Bimtek ke Bandung itu, " pungkasnya.



Reporter: Zulpan Balo