Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget




 

Kisah Guru-Guru Inspiratif Di Indonesia


Pahlawan tanpa tanda jasa, kata-kata tersebut memang pantas disematkan kepada seluruh guru yang ada di dunia. 

Tanpa dedikasi para guru mungkin kita tidak dapat membaca, menulis, berhitung, dan menerapkan berbagai ilmu pengetahuan. 

Ya, selain orang tua, guru juga merupakan orang yang sangat berjasa dalam menentukan masa depan kita.  Untuk memperingati hari guru sedunia yang jatuh pada 5 Oktober, berikut  3 guru paling menginspiratif di Indonesia.


Sri Utami Guru Bantu Di Pedalaman Gorontalo


Meski hidup serba berkekurangan, namun tekad sri untuk mencerdaskan anak bangsa pedalaman patut dijadikan teladan. sudah hampir 10 tahun sri menjadi guru bantu di daerah transmigrasi, Kecamatan Wonosari, Kabupaten boalemo, Gorontalo. Untuk menuju sekolah saja ia harus melewati dua bukit serta dua anak sungai. Bila musim hujan tiba, jalanan licin dan becek menjadi "musuhnya", karena Sri terpaksa harus menenteng sepatu bututnya agar tak dimakan lumpur.


Meski ia adalah seorang guru yang ingin membuat kehidupan anak daerah tertinggal mengenyam ilmu pendidikan setinggi-tingginya dengan harapan agar kehidupan mereka menjadi lebih baik, namun pada kenyataannya sri sendiri tidak sanggup menyekolahkan sang anak. putra tercintanya hanya bisa mencicipi pendidikan hingga bangku SMP saja. Ya, menjadi guru bantu apalagi di daerah terpencil, ia memang tak bisa berharap banyak pada gaji bulanannya. Gaji dua ratus lima puluh ribu yang diterimanya setiap bulan hanya bisa digunakan untuk makan.


Dengan umurnya yang sudah tak muda lagi, harapan sri menjadi PNS pun sirna sudah. Namun demikian, ia tetap ingin menjadikan murid didiknya lebih baik. Bahkan meskipun ia terenyuh melihat anaknya yang justru tak sekolah.


Ahmad Haris Guru Yang Menyebrangi Laut Demi Mengajar


Akibat video viral yang beredar waktu lalu, terekam sesosok laki-laki yang menyebrang lautan sembari memegang tas di atas tubuhnya, agar tas tersebut tidak basah. Ia adalah Ahmad Haris, seorang guru yang mengajar di Nusa Tenggara Timur, tepatnya di pulau Pura. Jarak dari rumahnya yang berada di kota menuju sekolah sekitar 30-40 kilometer. Ia membutuhkan waktu satu jam untuk mencapai sekolah tersebut. Biasanya ia menggunakan sepeda motor kemudian berlanjut menyebrangi laut dengan kapal menuju sekolah tempat ia mengajar. Namun saat kondisi laut tidak memungkinkan, seperti ombak yang tak menentu hingga membuat kapal tidak bisa dioperasikan, Ahmad pun mau tidak mau harus berenang demi melangsungkan aktivitasnya sebagai guru. Walaupun harus melalui banyak tantangan, yang ia tahu, ia harus mengajar muridnya di sekolah yang tak ada listrik dan stok air bersih yang terbilang minim.


Untung, pengajar tanpa lengan


Keterbatasan fisik bagi sebagian orang mungkinadalah hal yang memalukan dan sulit diterima. Namun demikian tidak sedikit juga orang dengan keterbatasan fisik tetap memiliki etos kerja yang luar biasa dan bahkan bisa jadi mengalahkan orang dengan fisik yang normal. Salah satu dari sekian banyak kisah inspiratif yang bisa kita jadikan tauladan adalah kisah Bapak Untung. Ia adalah seorang yang memiliki keterbatasan fisik dengan tidak memiliki lengan. Meskipun tanpa lengan, ia tetap gigih mengajar. ak Untung adalah salah satu Guru Honorer yang aktif mengajar di salah satu sekolah Madura, Jawa Timur.


Kerja keras dan perjuangannya menjadi seorang guru profesional dibuktikan dengan kemampuan kaki nya saat ini yang bisa menggantikan tangannya. Tidak kalah dengan orang normal lainnya, jemari kaki Pak Untung dengan lihai menari-nari mengoperasikan tombol laptop. Ia pun tidak canggung menggunakan perangkat laptop untuk mendukung pekerjaanya sebagai seorang Guru. Bukan itu saja, Pak Untung bahkan juga mampu menuliskan lafal ayat-ayat Al Quran di papan tulis untuk anak didiknya. Walaupun dengan gaji yang minim tidak lebih dari RP 400.000 perbulannya tak membuat pak Untung patah semangat dalam mengajarkan murid-muridnya ilmu untuk masa depan mereka. Sambil ternak ayam dan membuka kursusnya ngaji dirumahnya, ia tetap menjalani profesinya sebagai seorang pendidik.


Tidak ada kata yang dapat melukiskan perjuangan dan pengabdianmu mu untuk kami selain ucapan Terima kasih. Jasa-jasamu tidak akan pernah kami lupakan. Selamat hari guru sedunia, jangan pernah lelah untuk mencerdaskan kehidupan anak-anak bangsa.


Penulis: Agesti Geovani