Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget




 

Kenali Warung Sederhana Mbok Yem Yang Dinobatkan Sebagai Warung Tertinggi di Indonesia

 



Jika anda sudah sering mendengar gedung tertinggi di Indonesia, namun pernahkah anda mendengar warung Mbok Yen? Mungkin bagi para pendaki Indonesia sudah tidak asing lagi dengan warung “Puncak Lawu-Argo Dalem Mbok Yem” atau biasa disebut warung mbok yem   ini. Namun bagi anda yang belum mengetahuinya, warung mbok yem adalah warung tertingggi di Indonesi,  karena Letaknya yang berada di Puncak Gunung Lawu dengan ketinggian 3.150 mdp yang Jarak warungnya hanya beberapa ratus meter saja dari puncak Hargo Dumilah, puncak tertinggi di Gunung lawu.


Pemilik warung legendaris ini adalah Wagiyem. Wanita berusia 60 tahun yang akrab dipanggil mbok yem ini telah berjualan di Gunung Lawu sejak tahun 1980-an. Jauh dari kesan mewah, warung ini sangat sederhana  dengan dinding dari kayu tanpa cat maupun hiasan.


Meski begitu, warung ini tak pernah sepi.  Banyaknya pendaki di Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah membuat Mbok Yem bisa melayani 200 hingga 300 pendaki di warungnya. Keberadaan warung Mbok Yem sendiri diakui sangat membantu para pendaki yang kekurangan bekal logistik saat mendaki. Apalagi fasilitas di warung itu terbilang lengkap. Menu yang dijual Mbok Yem pun Harganya pun terbilang murah, hanya berkisar Rp 10.000 saja per porsi sehingga dapat dinikmati siapa saja dengan menu sederhana seperti nasi pecel, nasi goreng, kopi, dan gorengan. Selain itu ada juga disediakan mie siap saji dan minuman berkemasan.


Dalam menjalankan usahanya, Mbok Yem dibantu oleh dua orang kerabatnya yang kesemuanya adalah laki-laki. Urusan stok dagangan, terdapat satu orang yang rutin mengirimkan ke warung setiap tiga kali dalam seminggu.


Untuk menjaga warungnya, Mbok Yem menetap di warungnya. Dahulu, Mbok Yem ditemani oleh sang suami dan anak-anaknya. Namun kini ia berjualan sendiri seusai sang suami meninggal dunia. Mbok Yem hanya turun beberapa kali saja. Ia diketahui akan turun gunung ketika Idul Fitri atau saat ada keluarga yang menggelar acara hajatan.


Meski seorang lanjut usia, namun kegigihan mbok yem memang patut diberi apresiasi. Banyak konsekwensi yang harus dihadapinya, salah satunya adalah cuaca ekstrem yang dimiliki gunung lawu. Bahkan Dalam kondisi tertentu, suhunya bahkan bisa mencapai -5 derajat Celsius.

Penulis: Augesti Geovani