Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Monetize your website traffic with yX Media

Jadi Orang Tua Itu Tidak Harus Over Protective




Keinginan orang tua secara harafiah adalah sama, ingin yang terbaik untuk anaknya. Orang tua berhak untuk mengawasi dan membimbing anaknya tetapi masih dalam batas wajar. 


Jangan menjadi orang tua yang over protective karena terkadang sikap melindungi yang terlalu berlebihan dari orang tua membuat anak merasa terkekang sehingga berbuah pada rasa tidak percaya diri, mudah menyerah, dan mendapatkan hal yang disukai dengan cara yang salah terhadap anak.


Orang tua sering lupa bahwa anak juga memiliki privasi layaknya orang dewasa. Orang tua banyak yang beranggapan anak berada di bawah kuasanya dan berhak menentukan apa yang pantas dan tidak pantas bagi anaknya.  


Pada kenyataannya, anak-anak yang diberi perlindungan secara berlebihan juga rentan menjadi korban bullying dari teman-temannya. Pelaku bullying biasanya menindas anak-anak yang tidak memiliki rasa percaya diri dalam menetukan kemauannya. Jadi cobalah untuk memberikan ruang privasi pada anak agar ia dapat lebih berkreasi dan berinovatif.


Hal tersebut dapat dimulai dengan langkah-langkah kecil seperti berikut :


1. Jangan Masuk Kamar Anak Tanpa Minta Izin


Tidak hanya pada anak, semua orang juga tidak suka jika ada orang lsembarangan masuk ke kamar. Biarkan mereka menciptakan dunia mereka di kamar nya. Khususnya pada anak kamar bukan hanya tempat sekedar untuk istirahat, namun seperti tempat inspirasi bagi mereka. Sebelum masuk ke kamar anak, ketuklah pintu terlebih dahulu dan  meminta izin masuk. Namun jika ada keadaan darurat sewaktu-waktu orangtua tidak salah harus segera masuk ke sana.


2. Jangan Memeriksa Hp Sembarangan


Meski anda adalah orangtua mereka, bukan berarti anda berhak memeriksa hp anak anda tanpa sebab. Posisikanlah diri anda sebagai mereka, pada saat seusianya, anda tentu tidak ingin ada orang lain mengusik privasi anda bukan? Maka, hargailah privasi anak anda sebagaimana dulu anda ingin dihargai. Jangan memarahi anak di depan umum


3. Jangan Marahi Anak di Depan Umum


Semarah apapun anda bicarakan secara baik-baik atau nasehati saja di rumah atau tidak di tempat umum. Jangan memarahi anak terutama di depan umum karena dapat berakibat buruk terhadap perkembangan mental dan kejiwaan sang anak. Dampak buruk yang diterimanya saat kecil biasanya akan terbawa hingga dewasa kelak.


Lalu bagaimana cara mengawasi anak dengan tetap menghargai privasinya?


· Buat Batasan Yang Jelas Tentang Pemakaian Media Sosial


Sepakati hal-hal seperti apakah mama dan papa boleh melihat chat kamu bersama teman-teman? Apakah mama dan papa boleh punya akses ke akun instagram pribadimu?


Setelah sepakat, selalu hargai kesepakatan itu dan jangan dilanggar karena akan merusak kepercayaan anak.


· Buat Kesepakatan Jika Melanggar Kepercayaan


Jika anak sudah sepakat dan diberi kepercayaan namun ia melanggarnya, pastikan ia tahu kalau mulai sekarang kita sebagai orangtua akan mengawasinya. Hal ini wajar karena kan ia yang melanggar kesepakatan.


Privasi sebaiknya jadi privilege bagi kedua pihak, jika kita yang melanggar kita yang kehilangan rasa percaya anak dan ketika anak yang melanggar, ia akan kehilangan privasinya. Pastikan ia paham tentang hal ini.


· Pastikan Privasinya Tidak Mengancam Masa Depan Dan Nyawa


Sepakati pada anak bahwa ia akan selalu bicara soal hal-hal yang menyangkut masa depan dan nyawa seperti pacaran, pertemanannya, atau eating disorder. Sulit memang tapi memang harus lebih peka jadi orangtua. Jika sesuatu terlihat tidak normal, diskusikan dan tanya apa yang terjadi.



Penulis: Augesti Geovani