Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Monetize your website traffic with yX Media

Hari Dokter Nasional, Yuk Mengenal Sejarah Singkat Kedokteran

 


Selamat Hari Dokter Nasional untuk seluruh dokter-dokter tangguh di indonesia!

 

Hari Dokter Nasional yang jatuh pada sabtu 24 Oktober merupakan hari penting yang dibuat untuk menghargai jasa-jasa para dokter kepada masyarakat dan kehidupan individual. Terutama di masa pandemi ini, tenaga medis khususnya dokter memang menjadi sesosok pahlawan kemanusiaan dalam melayani masyarakat. Namun sebelum ditetapkan sebagai hari dokter nasional sekaligus hari terbentuknya ikatan dokter indonesia (IDI), ada baiknya kita kenali sejarah kedokteran dahulu:

1. Awal mula munculnya ilmu kedokteran

Ilmu kedokteran ribuan tahun lalu menggunakan tumbuh-tumbuhan (herbal) dan hewan untuk dijadikan pengobatan. Orang-orang animisme percaya  bahwa penyakit berasal dari roh-roh jahat. Oleh sebab itu selain menggunakan tumbuhan dan hewan, masyarakat tersebut menggunakan tarian, jampi, dan jimat untuk menyembuhkan orang sakit.

Seiring perkembangan zaman, ilmu kedokteran berangsur-angsur membaik dan menjadi lebih modern di berbagai tempat secara terpisah, yakni di Mesir Kuno, Tiongkok Kuno, India Kuno, Yunani Kuno, Persia, dan lainnya.

·Dokter pertama di dunia

Ilmu kedokteran telah ada sejak zaman sebelum Masehi,hal ini dibuktikan dengan adanya catatan sejarah dokter pertama di dunia. Imhotep adalah dokter pertama di dunia yang hidup di tahun 3500 SM di mesir. Menurut sejarah Imhotep merupakan seorang astronom, arsitek, politikus,dan dokter yang merancang piramida pertama kuburan dengan konstruksi yang rumit untuk salah seorang Firaun.

Dokter Mesir zaman kuno ini lebih kepada mengawetkan jenazah agar tidak rusak, ketimbang menjaga tubuh orang itu agar bebas dari penyakit selama hidupnya. Mereka percaya bahwa jalan menuju kehidupan kekal terletak dalam tubuh yang diawetkan.

Selain menyiapkan tubuh untuk dikuburkan, imhotep juga melakukan operasi sederhana, namun terebosanya dalam bidang kedokteran yang telah ia lakukan terkubur oleh waktu.

·Dokter Modern Pertama

Setelah mengambil konsep ilmu kedokteran mesir kuno, muncul tokoh ilmu yunani kuno yang mendapat julukan bapak ilmu kedokteran ialah hipokrates. Hipokrates adalh dokter modern pertama karena menerapkan konsep  bahwa ilmu kedokteran harus dibuktikan secara ilmiah, gak lagi berdasarkan konsep shaman dan keagamaan. Selain itu  pada zaman dulu, para dokter bisa disuap agar pasien meninggal, atau dipaksa oleh penguasa untuk membuat racun untuk menyingkirkan saingannya. Hipokrates sangat menentang praktik tersebut.

Prinsipnya tersebut disebut Sumpah Hipokrates yang harus diucapkan mahsaiswa kedokteran saat lulus hingga kini.

2.Sejarah Ilmu Kedokteran Di Indonesia

Pada masa penjajahan Belanda, ilmu kedokteran dari Eropa dibawa ke Indonesia oleh dokter-dokter yang didatangkan untuk melayani kesatuan militer Belanda. Kala itu kekhawatiran tentang penularan penyakit cacar yang berbahaya mendesak Belanda untuk mendidik tenaga pembantu dalam pelaksanaan vaksin cacar.

Pada tanggal 1 januari 1851, Dr. W. Bosch mendirikan Witeweden, sebuah sekolah untuk pemuda-pemuda jawa menjadi dokter Jawa, yang lamanya pendidikan selama 2 tahun.

Pada tahun 1864 mulai diterima pendidikan untuk pemuda-pemuda pribumi lainnya dan diperpanjang masa pendidikan menjadi 3 tahun. Pada tahun 1875 pendidikan kedokteran ditambah menjadi 7 tahun, yang terdiri dari 2 tahun bagian persiapan dan 5 tahun bagian kedokteran dengan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar.

Pada tahun 1890, untuk masuk ke sekolah kedokteran, calon murid harus sudah lulus sekolah dasar Belanda (Europeesche Lagera Scholl) terlebih dulu. Nama sekolah kedokteran juga diganti menjadi school tot opleiding van lniandsche artsen (STOVIA), dan kelulusannya akan mendapat gelar “inlandsch arts” atau dokter bumiputera.

Lalu pada tahun 1913 dibuka juga sekolah kedokteran kedua di Surabaya yang diberi nama nederlandsch indische artsen school (NIAS). Pada Agustus 1927 dibuka geneeskundige hoogeschool (Sekolah Tinggi Kedokteran) untuk menggantikan stovia dimana pada saat itu stovia tidak lagi menerima murid baru, hanya menyelesaikan pendidikan para siswa yang sudah ada. Dr. Abdul Rivai adalah orang pertama yang mengusulkan diadakannya pendidikan universitas di Indonesia.

3.Ditetapkannya 24 Oktober Sebagai Hari Dokter Nasional

Peringatan Hari Dokter NasionaL dimulai sejak 24 oktober 1950. Hari Dokter Nasional tersebut dijadikan satu momentum penting dalam sejarah Indonesia, khususnya untuk sejarah Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Sejatinya, hari dokter nasional sendiri sebenarnya sudah ada jauh sebelum diresmikan, tepatnya dari awal mula ikatan dokter indonesia mulai terbentuk.
Perkumpulan dokter di nusantara lahir pada tahun 1911 dan diberi nama Vereniging Van Indische Artsen. Setelah 15 tahun kemudian, organisasi ini merubah namanya menjadi Vereniging Van Indonesische Genesjkundigen (VIG). Kemudian, pada tahun 1940, VIG mengadakan kongres di Solo. Prof. Bahder Djohan ditugaskan untuk membina dan memikirkan istilah baru dalam dunia kedokteran pada kongres tersebut.

Tiga tahun kemudian, pada masa pendudukan Jepang, VIG dibubarkan dan namanya diganti menjadi Jawa IZI Hooko-Kai. Selanjutnya pada 30 juli 1950, atas usulan dr. Seni Sastromidjojo, Persatuan Tabib Indonesia (PB Perthabin), dan Perkumpulan Dokter Indonesia (DP-PDI) mengadakan satu pertemuan yang menghasilkan “Muktamar Dokter Warganegara Indonesia (PMDWNI)” yang diketuai Dr. Bahder Djohan. Sehingga puncaknya, 22-25 september 1950, Muktamar  Ikatan Dokter Indonesia (MIDI) digelar di Deca Park yang kemudian diresmikan pada bulan Oktober. Dalam muktamar IDI tersebut, Dr. Sarwono Prawirohardjo terpilih menjadi ketua umum Ikatan Dokter Indonesia pertama. Hingga kemudian, pada 24 oktober 1950, Dr. Soeharto menghadap notaris untuk memperoleh dasar hukum berdirinya perkumpulan dokter dengan nama Ikatan Dokter Indonesia (IDI). (Augesti)