Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget




 

Hari Besar Keagamaan Jadi Tanggal Merah, Berkat Kubilai Khan Sang Kaisar Mongol

  

Sejarah singkat Kubilai Khan 

Kubilai khan lahir pada tahun 1215, ia adalah seorang kaisar Mongol yang mendirikan Dinasti Yuan di China. Dia adalah cucu dari kaisar pertama mongol yang paling terkenal dengan pembantaian besar-besarannya dalam peperangannya, Genghis Khan.

Prestasi besar Kublai Khan adalah menguasai China setelah berhasil mengalahkan Dinasti Song pada 1279.


Sebelum mengalahkan Dinasti Song, perjalanan politik dan militer Kublai Khan sangatlah panjang. Ia awalnya hanya membantu kakaknya, kasir Mongke, untuk menguasai China sepenuhnya. Mongke meninggal pada 1259 ketika sedang melaksanakan kampanye perang melawan Dinasti Song. Kubilai Khan lantas terpilih menjadi Khan di Mongol pada 5 Mei 1260.


Namun, terpilihnya Kubilai Khan sebagai Khan tidaklah mulus. Perselisihan antara saudara terjadi karena merebutkan takhta.


Kubilai Khan akhirnya sempat sibuk dengan Perang Saudara melawan adiknya sendiri, Ariq Boqe. Kubilai Khan yang punya kekuatan militer lebih kuat dapat membuat adiknya menyerah pada 1263.


Fakta Menarik Kubilai Khan


Selama masa kekuasaannya Kubilai Khan berlajar pentingnya mengampuni musuh yang dikalahkan. Pendekatan Kubilai Khan sangat berbeda dari kakeknya yang bisa melakukan pembantaian jika menang

Tidak hanya itu, kita yang beragama Islam, Kristen, Buddha dan Yahudi patut mengucapkan rasa terima kasih kepada kaisar Mongol, Kubilai Khan. karena dia lah pemimpin pertama dunia yang menyatakan bahwa hari-hari besar ke agamaan tersebut dijadikan sebagai hari libur resmi nasional atau kenegaraan. 


Khubilai Khan tidak pernah membatasi warganya untuk memeluk agama. Khubilai Khan memiliki anggapan “walaupun berbeda agama tetapi tetap bersatu untuk Mongol".


Dengan luasnya wilayah kekuasaan yang merentang dari perbatasan Eropa, Timur Tengah, hingga hampir seluruh Asia Timur  pada abad ke-13 memang memungkinkan untuk dilakukan oleh Kubilai Khan menjadi pelopor hari libur resmi kenegaraan pada tiap hari besar agama di dunia.


Penulis : Augesti Geovani