Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget




 

Gubsu Akan Siapkan Penambahan Kamar Jika Terjadi Lonjakan Pasien Covid-19

Medan- Terkait rencana penyiapan penambahan kamar pasien Covid-19 jika terjadi lonjakan, Gubernur menyebutkan saat ini di beberapa Rumah Sakit (RS) rujukan di sejumlah daerah selain Medan dan Deli Serdang, sudah disiapkan sedemikian rupa, termasuk bantuan alat pelindung diri (APD) serta sarana uji PCR/Swab dan kebutuhan lainnya.


Illustrasi


“Tergantung kebutuhan. Kita buka kemarin di Madina karena angka terpapar Covid-19 di sana cukup banyak. Saya buka hotel di sana untuk mengisolasi orang yang terpapar Covid-19. Ini yang tidak bisa saya sebut, setiap hari sifatnya dinamis,” sebut Edy Rahmayadi.


Untuk itu, Gubernur menegaskan langkah utama penanganan Covid-19 adalah 3T, yakni Testing berupa pemeriksaan kepada warga yang diindikasi terpapar virus. Kemudian Tracing atau pelacakan dengan menelusuri siapa saja yang berinteraksi dengan pasien yang dinyatakan Covid-19 konfirmasi. Serta Treatment atau pengobatan kepada pasien dimaksud.


“Jadi, begitu di kabupaten/ kota sulit dikendalikan (terjadi lonjakan kasus), kita akan kirim tim kesana untuk membentuk posko seperti yang kita lakukan di Nias. Kemarin juga kita sudah bentuk di Madina dan Padangsidimpuan,” sebut Edy Rahmayadi.


Sedangkan kondisi di Kepulauan Nias, Edy mengatakan, kebijakan penyekatan di pintu masuk bandara dan pelabuhan akan selesai 20 Oktober 2020 mendatang. Mengingat masih banyak orang dari luar daerah seperti Jakarta dan Medan datang menggunakan pesawat, termasuk dari Padang dan Sibolga dengan kapal laut.


“Sekarang ini kita bisa mengisolasi yang di dalam (Nias), tetapi yang dari luar (ke dalam) begitu sulit,” tambah Edy.


Selain itu, pihaknya juga menerima informasi bahwa di Samosir telah dilakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Untuk itu pemerintah akan melakukan koordinasi dengan pemerintahan di kabupaten/kota.


“Karena mereka juga membuka pariwisata, untuk itu kita ketatkan penyekatan. Kita tidak menutup pariwisata. Karena kasihan (ekonomi) masyarakat. Tetapi kita perketat pintu masuk orang yang masuk ke dalam,” jelasnya.