Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Monetize your website traffic with yX Media

Biasa di Indonesia Tapi Dilarang di luar Negeri

Bagi kamu yang berencana pergi ke luar negeri, jangan hanya mengenali keadaan tempat wisata yang akan dikunjungi saja. Tapi pahami juga budaya negara yang akan didatangi. Karena setiap negara memiliki adat istiadat yang berbeda-beda. Jangan sampai kebiasaanmu di Indonesia dapat berakibat fatal disana. Tentu kamu tidak ingin merusak liburanmu yang berharga hanya karena masalah kecil bukan? Yuk simak hal-hal yang perlu dihindari saat berkunjung ke negara lain.


 


1. Pakaian Kuning Di Malaysia


Jangan coba-coba menggunakan pakaian berwarna kuning saat berkujung ke negara tetangga, Malaysia. Hal tersebut dianggap illegal di Malaysia.  Pemerintah Malaysia melarang keras warna kuning karena dianggap melambangkan aksi protes.


Pelarangan penggunaan warna kuning dikarenakan banyaknya kelompok aktivis oposisi tertentu menggunakan barang warna kuning untuk melakukan protes terhadap pemerintah.


2. Mengisi Gelas Sendiri


Di negara sakura, Jepang ada etika saat minum bersama orang lain. Kamu diizinkan menuangkan ke gelas orang lain namun tidak untuk diri sendiri. Jika kamu mengisi gelasmu sendiri, maka kamu sudah pasti dianggap tidak sopan oleh mereka.


Tuangkan terlebih dahulu untuk teman atau rekanmu. Saat kamu sudah selesai menuangkannya, maka mereka akan melakukan hal yang sama untuk Anda. Yang perlu diingat jangan menggunakan satu tangan saat mengambil atau menuangkan minuman. Karena di jepang jika memberi atau menerima sesuatu harus menggunakan kedua tangan agar dianggap sopan dan menghargai.


3. Pemberian Tip


Masih dari negara Jepang, meninggalkan tip oleh tamu dianggap penghinaan bagi sebagian pramusaji atau staf. Pasalanya biaya servis dan pajak yang tinggi sudah termasuk ke dalam upah mereka, sehingga dirasa tidak lagi membutuhkan tip. Kecuali jika Anda tetap ingin memberi tip, masukkan uang ke dalam amplop atau kertas. Hal ini juga berlaku di negara China dan Korea Selatan.


 


4. Gestur Tangan OK


Di Indonesia, menempelkan ujung jari telunjuk dengan ujung jempol artinya oke. Tapi jangan coba-coba melakukan gestur tangan OK tersebut di Turki, Yunani, dan Eropa, karena hal itu memiliki artian kurang bagus.


Tanda OK bagi masyarakat lokal di Turki atau Yunani bisa berarti ke arah vulgar. Sementara di Eropa Jika kita memeberikan isyarat ini ke orang lain, artinya kita menganggap orang itu tidak berarti apa-apa.


5. Membunyikan Klakson’


Tidak dipungkiri lagi jika di Indonesia sering sekali pengendara baik itu motor ataupun mobil menekan klakson. Baik itu untuk memberi isyarat pada pengendara lain untuk segera minggir, atau sekedar untuk iseng.


Tapi kalau kamu berkunjung ke Norwegia, tahan keinginan anda untuk mengklakson. Karena di Norwegia klakson adalah hal yang sensitif. Disana bunyi klakson dibunyikan hanya saat menunjukkan kondisi darurat. Jangan membuat pengendara lain panic karena bunyi klaksonmu.


6. Tersenyum


Buat kebanyakan orang, khususnya Indonesia senyum adalah suatu pertanda keramahan. Tapi tidak untuk di Rusia. Aneh memang, namun bagi orang Rusia senyum merupakan pertanda kamu tertarik dengan seseorang.


 


Senyum hanya diberikan untuk mereka yang sudah saling kenal. Bahkan, penjaga toko pun tidak akan memberikan senyuman buat pelanggannya. Jadi, jangan heran kalau orang Rusia dikenal sebagai orang yang kurang ramah karena nggak pernah senyum. Padahal, itu sudah menjadi tradisi mereka.


 Penulis: Augesti Geovani