Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget




 

Apa Itu LGBT dan Bisakah Disembuhkan ?

 
Selama bertahun-tahun, topik tentang kalangan Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender (LGBT) ini terus diperdebatkan dan menuai pro kontra di kalangan publik.

Sedikit diceritakan sejak tahun 1500an, dunia mengenal hubungan sesama jenis atau sering disebut sebagai homoseksual. Akhirnya pada tahun 1990  Istilah LGBT digunakan untuk menggantikan frasa komunitas gay atau komunitas yang memiliki orientasi seks terhadap sesama jenis khususnya laki-laki..

Jika gay adalah sebutan khusus untuk laki-laki yang memiliki orientasi seks terhadap sesama jenis, lesbian adalah sebutan untuk perempuan yang menyukai sesama jenis. Sedangkan biseksual adalah sebutan untuk orang yang bisa tertarik kepada laki-laki atau perempuan.Transgender sendiri adalah istilah yang digunakan untuk orang yang cara berperilaku atau berpenampilan berbeda atau tidak sesuai dengan jenis kelaminnya. Istilah LGBT sudah mewakili kelompok-kelompok yang telah disebutkan seperti di atas. LGBT memiliki lambang berupa bendera berwarna pelangi

Nah lantas apa penyebab seseorang menjadi LGBT?

1.Faktor Genetis

Hormon tidak seimbang di dalam tubuh disebut-sebut sebagai salah satu pemicunya. Pada dasarnya, naluri orientasi seksual berkembang sebelum pubertas atau sebelum seseorang mengalami pengalaman seksual. Kajian-kajian terkait faktor genetik tersebut, sebagai penyebab orientasi seksual seseorang dalam LGBT, dibuktikan oleh 50-60 % responden yang berpartisipasi.

2.Faktor Lingkungan dan Pergaulan

Lingkungan serta kebiasaan dalam bergaul diakui oleh beberapa dari LGBT menjadi faktor penyebab yang paling dominan terhadap keputusan untuk menjadi bagian dari komunitas LGBT. Masuknya budaya-budaya yang berasal dari luar negeri juga dianggap menjadi penyebab seseorang untuk ikut menjadi bagian LGBT. Budaya ini yang mengenalkan mereka apa itu LGBT. Selain itu, orangtua yang sering kali bertengkar, cerai atau kekerasan dalam rumah tangga juga diduga turut berperan dalam hal ini.

3.Pengalama Traumatik

Rasa sakit yang membekas dan menimbulkan trauma juga disinyalir menjadi penyebabnya. Misal, pelecehan seksual atau kekerasan yang dialami seseorang. Kemudian rasa patah hati kepada pasangan di masa lampau.

Timbul pertanyaan apakah LGBT dapat disembuhkan?

Homoseksual bukanlah penyakit yang harus disembuhkan. Namun, bagi sebagian orang, orientasi seksual ini dianggap tabu, khususnya di beberapa negara termasuk Indonesia. Akibatnya, tak sedikit yang menganggap hal ini sebagai ‘penyakit’ yang harus disembuhkan.

Sikap antipati yang ditunjukkan sebagian orang pada kaum LGBT membuat beberapa orang enggan mencari pertolongan atas apa yang mereka rasakan. Hal ini juga yang akhirnya memicu para aktivis kelompok ini bergerak memperjuangkan hak asasi mereka. Hasilnya, beberapa negara telah melegalkan pernikahan sesama jenis.

Namun yang perlu diingat Keberadaan orientasi homoseksual bukan untuk dijauhi atau malah dianiaya. Mereka memiliki hak yang sama seperti kita dan memiliki beban hidup yang sama seperti kita. Jika kita lebih menunjukkan kepedulian dan terus mendukung mereka untuk berubah dengan cara yang baik, maka tidak menutup kemungkinan mereka akan kembali pada derajat manusia sesungguhnya. Selain itu dukungan orangtua juga sangat diperlukan untuk membantu mereka, berhenti menghakimi mereka, berikan mereka kasih sayangmu dan berikan pengertian layaknya orangtua dan anak. (Augesti)