Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

54 Ton Produk Turunan Kelapa Asal Sumut Tembus Pasar Thailand


Belawan - Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan mensertifikasi produk turunan kelapa berupa santan beku (coconut cream) sebanyak 54 ton dengan nilai ekonomi Rp 2 milyar ke Thailand untuk pertama kalinya.


Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil mengatakan,komoditas ini menambah deret komoditas unggulan asal Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang berhasil diekspor ke pasar global.


"Kami mengapresiasi petani dan pelaku usaha sektor pertanian yang telah mampu menembus pasar baru. Juga produk yang diekspor bukan lagi produk mentah, tapi sudah hasil hilirisasi berupa produk jadi. Jaga 3K-nya (kualitas, kuantitas dan kontinuitas), kami siap mengawal," kata Jamil, Selasa 27 oktober 2020.


Jamil menjelaskan bahwa upaya peningkatan ekspor produk pertanian merupakan salah satu fokus program strategis  Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. 


Untuk itu, pihaknya yang ditunjuk selaku koordinator gugus tugas peningkatan ekspor melakukan beberapa langkah, salah satunya dengan melakukan upaya kerjasama dan harmonisasi aturan serta protokol ekspor agar pelbagai komoditas pertanian tanah air dapat diterima di manca negara.


Masih menurut Jamil, unit kerja yang dipimpinya saat ini berperan dalam menjamin kesehatan dan keamanan komoditas pertanian yang dilalulintaskan baik ekspor, impor maupun diantar area.


Diera perdagangan bebas saat ini, aturan hambatan tarif tidak lagi populer. Produk pertanian yang dapat diterima di pasar dunia adalah yang telah dijamin kesehatan dan keamanannya dengan memenuhi persyaratan sanitari dan fitosanitari yang dipersyaratan negara tujuan.


"Untuk itu diperlukan sinergi semua pihak termasuk masyarakat. Laporkan kepada petugas karantina saat melalulintaskan produk pertanian. Selain untuk menjaga kelestarian dari hama penyakit berbahaya, juga agar sehat dan aman untuk pangan, pakan sekaligus dapat laris di pasar dunia," tutur Jamil.