Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

2 Pemain Judi Tembak Ikan Ditangkap Polisi

Serdang Bedagai- Dua  pemain judi  tembak ikan ditangkap petugas kepolisian Sat Reskrim Polres Serdang Bedagai, dii Dusun V, Desa Gempolan, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara,  Rabu 21 Oktober 2020. 


Kedua pelaku berinisial  DTS (32) pemilik kedai sekaligus penjaga mesin dan RT(45) sebagai pemain keduanya domisinil Dusun V, Desa Gempolan, Kecamatan Sei Bamban, Sergai.




Kasat Reskrim Polres Sergai AKP Pandu Winata menjelaskan, dari hasil penangkapan, tim tekab Scorpions Sat Reskrim Polres Sergai menyita barang bukti uang tunai senilai Rp 20.000,, 1 buah Chip,  dan 1 buah meja game tembak ikan.


"Informasi yang diperoleh,kejadian bermula berkat adanya informasi dari masyarakat bahwa dilokasi Dusun V, Desa Gempolan, Kecamatan Sei Bamban, Sergai sebuah kedai menyediakan judi mesin ketangkasan jenis tembak ikan," jelas Pandu, Kamis 22 Oktober 2020.




Lebih lanjut Pandu menjelaskan,atas  informasi  tersebut, tim opsnal Polres Serga  melakukan serangkaian penyelidikan di seputaran lokasi.  Setiba di lokasi ternyata benar adanya  mesin ketangkasan jenis tembak ikan.


Selanjutnya sekira pukul 19:30 WIB tim opsnal Polres Sergai melakukan penggrebekan dan berhasil mengamankan dua pelaku dan barang bukti judi tembak ikan. Kemudian tersangka dan barang bukti langsung diboyong ke Mapolres Sergai.

"Dua tersangka yang diamankan yakni  DTS sebangai penjaga (pemilik kedai) dan RT sebagai pemain kedua langsung diamankan berikut barang bukti judi ketangkasan,"ujar Pandu



Dari hasil pemeriksaan,  tersangka DTS mengaku bahwa cara permainan judi mesin ketangkasan jenis tembak ikan adalah pemain membeli kredit poin sebanyak- banyaknya yang terdapat dalam Chip dengan nilai Rp.1000 untuk per kredit poin.



Setelah pemain membeli kredit poin, maka pelaku selaku penjaga mengisikan kredit poin kedalam mesin untuk digunakan bermain oleh pemain selanjutnya pemain dapat melakukan permainan dengan cara menembak ikan-ikan yang terdapat dalam mesin.



"Apabila pemain dapat menembak ikan ikan besar sampai mati di dalam mesin, maka pemain akan mendapatkan penambahan kredit poin dengan sendirinya, dan kredit poin yang dimiliki pemain dapat ditukarkan dengan jumlah nominal pertukaran sama dengan pembelian kredit yaitu untuk per 1 credit poin senilai Rp. 1000," ujar Pamdu.



Tersangka juga menerangkan adapun omset per hari antara Rp.800.000 s/d 1.000.000 dan mendapat imbalan sebesar Rp.130.000 dari omset yang didapat. Bahkan tersangka menerangkan bahwa pemilik Judi mesin ketangkasan jenis tembak ikan tersebut milik Along. 


"Saat ini kedua tersangka dan barang bukti sudah diamankan ke Mapolres Sergai guna proses lebih lanjut," tutup Pandu.