Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget




 

Tips Aman Beli Rumah Online Selama Masa Pandemi Covid-19

Daya jual beli masyarakat terhadap properti seperti rumah baru atau bekas, baik untuk hunian atau investasi mengalami penurunan. Terutama di Indonesia sejak pandemi corona atau Covid-19 melanda, properti salah satu yang terkena  dampaknya. Alhasil, harga rumah di beberapa kota juga ikut alami kemerosotan.


Dampak terbesar akibat Covid-19 adalah terjadinya PHK  yang menyebabkan penghasilan menurun. Sehingga banyak konsumen lebih memilih menahan diri untuk membeli rumah. Dan mengalihkan tabungan rumah untuk memenuhi kebutuhan selama pandemi.


Hasil survei Indonesia Property Watch (IPW) mengenai penjualan rumah di wilayah Jabodebek-Banten rata-rata menurun sampai 50,1% pada kuartal I-2020. Secara rinci, penjualan harga rumah di bawah Rp300 jutaan menurun sebesar 62,5%. Sementara pada harga rumah di atas Rp1 miliar, penjualannya menurun hingga 46,0%.


Menurunnya penjualan, para pengembang otomatis mulai memberikan banyak penawaran dari sisi pembayaran. Menurut IPW, para pengembang banyak yang memberikan diskon cukup besar hingga uang bisa dibayarkan oleh pengembang.


Lantas, dengan banyaknya tawaran tersebut apakah saat ini menjadi waktu yang tepat untuk membeli rumah? Tentunya, bagi Sobat garudapost.id yang kini dalam kondisi keuangan aman dan memiliki simpanan dana darurat yang cukup, membeli rumah saat ini menjadi pilihan.


Di sisi lain, pengamat properti juga memberikan pandangan menyoal apakah ini saat yang tepat membeli properti? Mereka beranggapan, pandemi corona jangan dijadikan sebagai penghalang untuk membeli rumah bagi yang memiliki kondisi keuangan stabil. Justru ini menjadi momen yang sangat tepat untuk membeli rumah, baik untuk hunian atau investasi.


Keuntungan lainnya, tidak hanya harga rumah yang sedang diskon saja, tapi Anda juga bisa menikmati suku bunga KPR yang terjangkau dari perbankan, sistem beli properti yang lebih mudah hingga tawaran lainnya.


Tak perlu khawatir, meski kondisi sekarang ini ada wabah pandemi corona, Anda masih bisa membeli rumah dengan aman dari rumah alias tanpa harus melakukan kontak langsung dengan banyak orang. Simak tipsnya berikut ini:


1. Beli Rumah Lewat Online


Saat ini masyarakat dianjurkan untuk taat terhadap Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan tetap di rumah guna memutus rantai penyebaran virus corona. Dengan adanya PSBB, masyarakat dituntut untuk mengerjakan segala sesuatunya dari rumah lewat online. Mulai dari kerja, meeting dengan klien, belajar, tak terkecuali pada saat membeli rumah.


Pastikan saat beli rumah online atau browsing melihat rumah-rumah impian, memastikan jaringan internet Anda memiliki sinyal yang bagus, sehingga selama proses komunikasi dengan pengembang porperti bisa berjalan lancar dan informasi dapat diterima dengan jelas. Pilihlah kartu provider yang tepat dan sudah terjangkau baik di daerah tempat tinggal Anda.



2. Pilih Platform Jual Beli Rumah Terpercaya


Tak perlu pusing atau bingung. Anda bisa menemukan berbagai macam pilihan rumah impian di beberapa kota dengan mudah. Caranya, tinggal kunjungi beberapa platform jual beli rumah terpercaya. Misalnya saja, rumah.com, rumah123.com, rumaku.com, urbanindo.com, rumahdijual.com dan lainnya.


Anda hanya tinggal kunjungi website yang dituju, kemudian cari rumah beserta tipe yang diinginkan. Setelah itu, akan banyak pilihan rumah lengkap dengan deskripsi hingga fasilitas yang didapat.


3. Pilih Pengembang Terdaftar di Sireng Kementerian PUPR


Pengembang properti menjadi perantara saat Anda membeli rumah hingga rumah tersebut resmi jadi milik Anda. Untuk itu, temukan dan pilih pengembang properti yang terpercaya agar tehindar dari penipuan yang merugikan Anda.


Pilihlah pengembang properti yang sudah terdaftar di Sistem Registrasi Pengembang (Sireng) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR) lewat https://sireng.pu.go.id. Setelah itu, Anda bisa segera menghubungi pengembang properti untuk menanyakan berbagai program penawaran rumah yang dijual.



4. Tanyakan Program Penawaran Rumah dengan Detail


Dengan menurunnya daya beli rumah di tengah wabah Covid-19, para pengembang tentu tidak kehabisan ide dalam menciptakan strategi agar properti yang ditawarkan tetap dilirik konsumen.


Untuk itu, Anda perlu menanyakan program-program penawaran dalam membeli rumah. Para pengembang pasti memberikan penawaran promosi yang menarik. Misalnya saja, DP ditanggung oleh pihak pengembang, setiap pembelian rumah unit tertentu konsumen akan mendapatkan bonus atau hadiah berupa elektronik atau motor dan lainnya.


5. Pertimbangkan Aspek Rumah


Namanya juga membeli rumah, pastinya ingin mendapatkan yang sesuai dengan impian. Hal ini tentunya, banyak aspek yang perlu dipertimbangkan dengan baik. Tak melulu soal tipe rumah, desain atau gaya rumah, namun juga menyoal lokasi yang strategis, fasilitas umum seperti, terminal bus, stasiun, jalan tol, pusat perbelanjaan, sekolah dan lainnya yang mudah dijangkau.


Agar tak salah pilih, tanyakan dengan jelas mengenai segala aspek rumah tersebut kepada para pengembang. Anda bisa meminta lokasinya sehingga bisa di cek lewat Google Street View, meminta gambar atau video tur desain rumah dan sebagainya.


6. Manfaatkan KPR


Bagi Anda yang uangnya belum cukup untuk membeli rumah dengan cash, tak perlu khawatir. Anda bisa memanfaatkan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) yang ditawarkan dari berbagai bank. Mumpung saat ini pemerintah memberikan kebijakan dalam menurunkan suku bunga selama pandemi corona. Dengan begitu, bisa meringankan Anda dalam membayar cicilannya setiap bulan.


Di tengah pandemi ini, Anda bisa ajukan KPR online dengan proses yang sangat mudah, cepat dan aman. 


Waspada Penipuan Pengembang Properti Abal


Meski saat ini Indonesia dilanda wabah virus corona, tapi masih ada saja orang atau oknum yang memanfaatkan situasi dengan melakukan tindak kejahatan, seperti penipuan yang mengatasnamakan pengembang properti.


Agar terhindar dari pengembang properti abal, Anda perlu mewaspadainya. Caranya, jangan mudah tergiur dengan penawaran yang jauh berbeda dengan para pengembang pada umumnya. Selain itu juga, jangan ragu lakukan cek di lapangan untuk melihat kondisi rumah yang sebenarnya dan jangan teken kontrak apapun sebelum semuanya jelas.