gtag('config', 'UA-171687211-1'); Tim Abdimas USU Dan Mitra Binaan Inovasi Berbasis Kalsium -->

Iklan Semua Halaman


.

Tim Abdimas USU Dan Mitra Binaan Inovasi Berbasis Kalsium

Monday, September 7, 2020


Deli Serdang – Tim Abdimas Universitas Sumatera Utara (USU)  Muhammad Sontang Sihotang S.Si., M.Si., Ph.D dan Dra. Dara Aisyah, M.Si., Ph.D,  kembali melakukan program Pengabdian Masyarakat (Abdimas) USU dalam sosialisasi pemanfaatan limbah desa menjadi kalsium organik. Kali ini dilakukan untuk penyediaan bahan antiseptik alami produk minyak atsiri berkalsium. Adapun limbahnya dari minyak atsiri (bahan serai wangi) di campur dengan kalsium organik dapat dimanfaatkan para ibu rumah tangga dengan memproses lagi untuk pembuatan bahan antiseptik berkalsium dalam bentuk sabun cair dan dan sabun padat. Pelatihan dilakukan kepada warga setempat pada Ahad, (6/9/2020) kemarin.

Warga Desa Kelambir V Kebun Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang, telah melakukan penanaman serai wangi sudah sejak dua tahun belakangan ini.
Sairin sebagai pembuka lahan serai wangi di desa tersebut, sekaligus pengusaha, sudah lama tidak menggunakan alat pemprosesan minyak atsiri, karena harga serai wangi dan minyak atsiri, sangat rendah di pasaran.

Beliau memberi nama kampung Garmunia sebagai singkatan dari Garapan Masyarakat Umum Kelambir Lima dan Sekitarnya.

"Kedatangan Tim Abdimas USU dapat membantu peningkatan sosial ekonomi masyarakat setempat, yang sebelum ini tidak pernah memperoleh alih teknologi tentang inovasi produk berbasis kalsium ke dalam minyak atsiri," ujar Sairin.

Dalam rangka mencerdaskan warga, untuk meningkatkan kemahiran mereka, tampil mitra abdimas USU Yessy Tanjung dari UMKM Yess yang telah memperoleh transfer knowledge (alih teknologi) dari tim abdimas USU, dalam memanfaatkan limbah kulit telur menjadi produk kalsium organik,  telah mengaplikasikan limbah minyak atsiri berkalsium dalam aplikasi pembuatan sabun antiseptik cair berkalsium.

Selanjutnya Icum Susanti UMKM Esbana, juga memanfaatkan momen tersebut mengaplikasikan kepada pembuatan sabun antiseptik padat berkalsium.

Para UMKM tersebut merupakan UMKM inovasi berbasis produk kalsium dari binaan tim abdimas USU, yang sebelumnya tidak pernah mengetahui pemanfaatan limbah kulit telur menjadi produk kalsium, apalagi mengaplikasikan produk berkalsium menjadi keperluan masyarakat.

Menurut Muhammad Sontang dan Dara Aisyah, program pengabdian masyarakat melalui transfer knowledge kepada para mitra binaan inovasi bersama warga petani serai, bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan limbah menjadi berbagai produk berkalsium organik guna aplikasi ke dalam berbagai produk antiseptik alami untuk menambah kualitas sabun terutama untuk fungsi anti virus dan bakteri (Antisipasi Covid’19), memperbaiki iritasi  kulit guna mencegah gatal-gatal, serta menghasilkan wangi alami untuk aroma terapi yang semuanya penting untuk kesehatan. (Heri)