Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget




 

Ternyata Ini Perbedaan Masker Scuba, Buff Dan Masker Medis Yang Perlu Kamu ketahui

 


Pernahkah anda tahu?, jika  masker scuba dan buff ternyata tidak bisa mencegah droplet yang mengandung bakteri dan virus. 


Bahkan sejumlah pengelola fasilitas publik, seperti kereta rel listrik (KRL), telah melarang penggunaan penutup mulut jenis scuba dan buff. 


Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga tidak menyarankan masyarakat memakai scuba dan buff sebagai pengganti masker. 


Karena kedua pelindung mulut dan hidung tersebut memiliki perbedaan dengan masker, terlebih  jika dilihat dari segi fungsi perlindungan dari Covid-19. 


Harus diketahui sebenarnya apa perbedaan masker scuba dan masker medis?, Berikut ulasannya seperti dilansir dari suara.com.


Dari hasil penelitian  menunjukkan bahwa masker satu lapis seperti scuba dan buff tidak efektif untuk mengurangi risiko penularan virus corona atau sama buruknya dengan tidak pakai masker. 

Mengapa hal tersebut bisa terjadi?


Dalam penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Duke University, buff dianggap tidak dapat mencegah droplet (tetesan pernapasan) keluar dari mulut saat berbicara. 


Seperti yang kita ketahui, droplet keluar saat berbicara, batuk, dan bersin yang merupakan jalur masuknya penularan Covid-19.


Pemimpin studi sekaligus spesialis pencitraan molekuler Martin Fischer juga memastikan, ketika orang berbicara dan droplet keluar dari mulut, artinya risiko penularan penyakit akan tetap tinggi. 


Sementara itu, hasil riset yang terbit di jurnal Science Advances edisi 7 Agustus 2020 menunjukkan, buff merupakan jenis masker yang paling tidak efektif mencegah transmisi.


Hasil studi menunjukkan bahwa masker buff hanya memiliki efektivitas 0-5 persen saja untuk menangkal virus. 


Sementara itu, masker scuba yang terbuat dari kain yang memiliki serat yang lembut dan halus juga dianggap kurang efektif karena masih dapat ditembus oleh virus dan polusi. 


Sama seperti buff, masker  scuba ini juga juga memiliki efektivitas 0-5 persen saja untuk mencegah penularan virus.


Efektivitas masker buff dan masker scuba memang jauh dari yang diharapkan untuk menangkal virus corona. 


Sebagai perbandingannya, masker N95 yang digunakan oleh para tenaga medis memiliki efektivitas 95-100 persen. Sedangkan masker bedah dan masker FFPI, memiliki efektivitas yang sedikit lebih rendah yaitu 80-95 persen.


Untuk masker yang berbahan kain, sangat disarankan untuk menggunakan 3 lapis kain. Masker ini memiliki efektivitas 50-70 persen, yang tentunya lebih tinggi jika dibandingkan masker scuba dan buff. 


Semakin rapat benang pada kain, maka akan semakin efektif masker kain tersebut untuk mencegah virus corona. Jadi, pembuatan masker kain harus memperhatikan jenis kain yang akan digunakan. 

Agar lebih mudah, efektivitas kain dapat dites dengan mengujinya pada cahaya. 


Jika cahaya dapat menembus kain, itu artinya masker belum cukup efektif. Semakin tebal dan semakin padat kain yang digunakan untuk membuat masker, semakin akan lebih baik untuk mencegah virus.



Sumber: Perbedaan Masker Scuba, Buff, dan Masker Medis