gtag('config', 'UA-171687211-1'); Sejarah Agama di Pulau Nias, Ternyata Ada Saksi Bisunya -->

Iklan Semua Halaman


.

Sejarah Agama di Pulau Nias, Ternyata Ada Saksi Bisunya

Tuesday, September 15, 2020
Nias adalah sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah barat pulau sumatera. Meskipun masih kental dengan adat istiadat yang berlaku, mayoritas masyarakat di daerah ini sudah memeluk agama. 
Istimewa
Banyak yang mempertanyakan  mengenai hal yang melatarbelakangi masuknya agama ke pulau kecil ini.


Sebelumnya diketahui masyarakat nias dahulu menyembah roh leluhur sebagai kepercayaannya, namun semua berubah saat agama mulai masuk ke pulau ini.

Seorang misionaris sekaligus penginjil asal Jerman yang bernama E Ludwing Danninger adalah orang yang pertama kali membawa dan memperkenalkan agama di Pulau Nias.

Kehadirannya pada pada 27 September 1865 yang lalu, membuat mayoritas masyarakat di Pulau Nias memeluk agama kristen protestan dan katolik. Untuk mengenang Ludwing, masyarakat di Pulau Nias menetapkan tanggal 27 September sebagai Hari Yubelium Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) yang melahirkan pertumbuhan gereja-gereja di Nias.
Adalah Fonorotodo, sebuah gereja yang menjadi sejarah dan saksi bisu dari masuknya agama ke Pulau Nias. Seperti namanya, Fonorotodo artinya mengenang kembali atau memperingati, lewat gedung gereja ini kita bisa mengenang sejarah masuknya agama kristen. 
Desain arsitekturnya yang klasik, dan berbagai keunikan bangunannya, membuat gereja ini menjadi salah satu destinasi wisata rohani yang wajib kamu kunjungi ketika berkunjung ke Nias. 
Ketika masuk ke dalamnya, kamu tidak hanya memperdalam kerohanian, namun juga menambah wawasan sejarah. (Erisa Solin)