gtag('config', 'UA-171687211-1'); Makanan Kaleng, Praktis Tapi Berbahaya Jika Dikonsumsi Terus Menerus -->

Iklan Semua Halaman


.

Makanan Kaleng, Praktis Tapi Berbahaya Jika Dikonsumsi Terus Menerus

Thursday, September 17, 2020

 


Makanan kaleng yang mudah untuk dibawa-bawa ternyata berguna bagi banyak orang di tengah pandemi sekarang. Selain praktis, ternyata juga tahan lama, tidak banyak makan tempat, dan rasanya juga nikmat.

 

Makanan yang sering terdapat di kaleng adalah ikan sarden, daging, bahkan sayuran. Maka dengan berbagai keuntungan dan kemudahan yang bisa kita dapat dari makanan kaleng ini.

 

Namun, dibalik keuntungan ternyata makanan kaleng juga ada dampaknya jika terlalu sering dikonsumsi. Dilansir dari hellosehat.com, inilah beberapa dampaknya jika sering mengonsumsinya.

 

Mengandung Bakteri Berbahaya

Makanan kaleng juga memiliki bakteri yang berbahaya jika proses produksinya tidak dilakukan baik. Bakteri yang sering disebut ada dalam kaleng, yakni Clostridium Botulinum. Itu sebabnya, kamu tidak dianjurkan untuk sering mengonsumsinya, karena bisa jadi dibeberapa kaleng terdapat bakteri tersebut yang menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian kalau tidak diobati.

 

Sebaiknya, periksa kembali kaleng pada makanan tersebut sebelum membelinya, dan hindari makanan kaleng yang sudah peyot, retak, menggembung, atau yang bocor

 

Terdapat Banyak Garam dan Gula

Makanan kaleng biasanya banyak menambahkan garam, gula, hingga pangewet agar tahan lama. Jauhilah bagi anda yang mengidap penyakit tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Sebab makanan kaleng memperburuk kondisi kesehatan kamu karena pada dasarnya mengandung garam yang tinggi. Tak hanya garam yang tinggi, kandungan gula yang tinggi pada makanan juga memiliki resiko yang berbahaya, karena meningkatkan risiko penyakit diabetes, dan mellitus tipe 2.

 

Selain melakukan mengecekan pada kaleng, kamu juga disarankan untuk melihat informasi nilai gizi yang ada. Perhatikan bahan-bahan yang terkandung di dalamnya, seperti jumlah kandungan lemak, natrium, kalori, hingg zat gini yang terkandung di makanan kaleng tersebut.

 

Mengandung BPA

BPA atau Bisphenol-A adalah bahan kimia yang terkandung dalam kemasan kaleng. Para penelititi menyatakan bahwa BPA dalam makanan kaleng dapat berpindah dari lapisan kaleng ke makanan tersebut sehingga ketika dikonsumsi dan masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan kelainan fungsi seksual pada pria.

 

Dalam penelitian Environmental Research menunjukkan bahwa semakin tinggi mengonsumsi makanan kaleng, maka semakin tinggi kadar BPA yang berkonsentrasi dalam urin. Namun, setiap makanan kaleng berbeda-beda jumlah kadarnya.

 

Bahkan Food and Drug Administration Amerika Serikat sudah melarang penggunaan BPA pada kemasan yang bersentuhan dengan makanan, tetapi masih banyak ditemukan kandungan BPA pada kemasan makanan.  (Febrina Azura)

 




Link        : https://hellosehat.com/hidup-sehat/nutrisi/kelebihan-kekurangan-makanan-kaleng/#gref