gtag('config', 'UA-171687211-1'); Korupsi Materai Rp 2 Miliyar, Polisi Tetapkan Eks Manajer Pos Medan Jadi tersangka -->

Iklan Semua Halaman


.

Korupsi Materai Rp 2 Miliyar, Polisi Tetapkan Eks Manajer Pos Medan Jadi tersangka

Thursday, September 3, 2020



Medan-Polrestabes Medan akhirnya menetapkan mantan manajer keuangan dan Benda Pos Materi (BPM) Kantor Pos Medan, dengan tersangka berinisial MMN (50) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi materai dengan total kerugian negara mencapai Rp 2 miliar.

Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko mengatakan tindak pidana korupsi yang di lakukan tersangka yakni penyalahgunaan benda materai Rp.6000 di Kantor Pos Medan.

"Telah terjadi tindak pidana korupsi berupa penyalahgunaan benda materai Rp 6.000 di Kantor Pos Medan-20000. Tersangkanya yakni MMN (50), mantan Manajer Keuangan dan BPM Kantor Pos Medan," kata Riko, Kamis 3 September 2020.

Kasus ini bermula pada Mei 2018 saat Satuan Pengawasan Regional 1 melakukan pemeriksaan di Kantor Pos Medan. Dari hasil pemeriksaan, terdapat dugaan kekurangan materai Rp 6.000 sebanyak 349 ribu keping kurang lebih senilai Rp 2 miliar.

Dari hasil penyelidikan, diketahui pelaku yang  telah menyalahgunakan materai tersebut adalah SHS yang merupakan staf bagian keuangan dan pelaku SHS telah mengakui materai tersebut telah digunakan untuk kepentingan pribadi.




Dari hasil laporan Penghitungan Kerugian Negara dari BPKP Provinsi Sumut, ditemukan adanya kerugian negara sebesar Rp 2.094.000.000.  Sehingga SHS  terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka.

"Terhadap SHS, sudah divonis penjara 5 tahun sesuai dengan hasil putusan Pengadilan Tipikor Medan pada tanggal 25 Juli 2019," tambah Riko.

Setelah dilakukan pneyelidikan lebih lanjut, berdasarkan amar putusan Pengadilan Tipikor terkait peran menajernya. Akhirnya polisi menetapkan Manajer Keuangan dan BPM sebagai tersangka karena diduga tidak melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.


"Dari amar putusan tersebut, saudari SHS selain diputus lima tahun penjara, kemudian kita diperintahkan untuk menindaklanjuti terhadap saudara MMN. Dan penyidikan ini sudah selesai, sudah P21. Kemudian dengan barang bukti uang yang telah diserahkan oleh saudara MMN dan juga sama emas 25 gram yang sudah diserahkan oleh saudara SHS tadi," sebut Riko.

Akibat perbuatannya tersangka MMN dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi serta Pasal 55 ayat (1) KUHP.