gtag('config', 'UA-171687211-1'); Kisah Pilu Banting Tulang di Penjara Demi Belajar Daring Sang Anak -->

Iklan Semua Halaman


.

Kisah Pilu Banting Tulang di Penjara Demi Belajar Daring Sang Anak

Tuesday, September 8, 2020


Semua orangtua pasti menginginkan anaknya hidup bahagia serta mempunyai masa depan yang sukses. Setiap hari mereka banting tulang dan menguras tenaga, melakukan apapun untuk bisa menghidupkan anak tercinta, apalagi untuk pendidikannya.

Bicara pendidikan dimasa pandemi sekarang, seluruh sekolah di benua, negara, bahkan dunia membuat semua sistem pembelajaran dirubah dari tatap muka menjadi tatap layar. Sehingga menggunakan smartphone serta kuota yang memadai untuk mengikutinya.

Kondisi seperti ini sangat memprihatinkan bagi mereka yang tak memiliki alat untuk mengikuti pembelajaran berbasis teknologi. Meninjau kembali bahwa perekonomian setiap orang berbeda-beda, dan kondisi keluarga setiap orang berbeda pula. Inilah menjadi tantangan bagi orangtua untuk lebih berupaya memadainnya.

Seperti yang tercermin pada seorang pria asal India yang bernama Anand Nageshiya, ia merupakan seorang narapidana (Napi) yang berkonsisten bekerja, meski berada di dalam penjara. Hal ini dilakukannya demi memberikan smartphone untuk anaknya. Oleh sebab itu, sang Ayah berjuang untuk memenuhi kebutuhan anak tercintanya yang hendak mengikuti proses pembelajaran di sekolahnya secara daring.

"Saya tersentuh ketika putri saya mengatakan kepada saya bahwa dia tidak memiliki ponsel untuk sekolah online. Saya harus memastikan putri saya tidak kesulitan demi menggapai cita-citanya sebagai dokter,” tutur Anand dilansir dari brilio.net dalam indianexpress.

Selama mendekam dibalik jeruji besi, Anand selalu bersikap baik dan disiplin. Sehingga ia mendapatkan remisi hukuman dari Penjara Pusat Ambikapur, yang sebelumnya mendapat hukuman penjara seumur hidup akibat kasus pembunuhan yang dilakukannya pada tahun 2005 lalu kepada pamannya. Atas kejadiannya ia meninggalkan putrinya saat masih berusia 1 tahun hingga kini sudah berusia 16 tahun yang bernama Yamini.

Meskipun tak bisa menemani pertumbuhan sang buah hatinya, Anand tetap bekerja di dalam penjara demi berjuang untuk menafkahi putrinya, karena putrinya menjadi penyemangat baginya.

"Kami melihat Anand Nageshiya, yang menjalani hukuman penjara seumur hidup karena pembunuhan, telah benar-benar mereformasi dan mendisiplinkan dirinya sendiri dan namanya dibersihkan atas dasar perilaku yang baik," tutur Rajendra Gaikwad (Pengawas di Penjara Pusat Ambikapur) dari indiatimes.com. (Febrina Azura)



Sumber:Demi smartphone anak, pria ini tetap bekerja selama di penjara