Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Curi Baterai Genset, Sepasang Kekasih Komplotan "Bacak Hantu" Ditangkap Polisi

Medan- Mencuri 2 buah baterai genset milik Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berada di Jalan Sidorukun, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, sepasang pencuri ini akhirnya ditangkap petugas kepolisian Subnit Jatanras Unit Pidum Sat Reskrim Polrestabes Medan.


Kedua maling tersebut berinisial IP (31) warga Jalan Karya Gang Kartini, Kota Medan, Provinsi Sumut dan teman wanitanya MI Br P (19) warga Jalan Elang II, Kelurahan Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumut.


Kawanan maling ini biasa dikenalan dengan “Beca Hantu”. Keduaanya ditangkap saat membawa barang hasil curiannya, pada Sabtu 26 September 2020.


Kanit Pidum Polrestabes Medan Iptu Ardian Yunan Saputra mengatakan, Saat itu penjaga malam Jevri Andre Milala terbangun dari tidurnya yang langsung keluar dari kamar, kemudian melihat 2 buah baterai genset yag terletak di kamar genset sudah tidak ada lagi. 


Jevri langsung mengecek pagar dan ternyata gembok pagar sudah dirusak dan diduga pelaku masuk ke dalam kampus tersebut dengan cara merusak gembok pagar.


“Begitu baterai genset hilang pelapor inipun mencarinya di sekeliling tempat. Namun baterai tersebut tidak diketemukannya. Atas kejadian tersebut ia pun melaporkannya ke Polrestabes Medan guna proses hukum yang berlaku," jelas Yunan, Selasa 29 September 2020.


Mendapatkan laporan pengaduan, petugas kepolisian dari Subnit Jatanras langsung melakukan penyelidikan ke lokasi kejadian. 


Tak butuh waktu lama, sekitar 1,5 jam petugas kepolisian langsung menemukan dan menangkap tersangka yang sedang mengendarai beca bermotor (Betor) sedang membawa barang hasil curiannya.


“Dari tangan kedua tersangka, kita turut menyita 1 unit Betor, 2 buah baterai basah (Genset), 1 buah meteran Air PDAM, 1 buah tabung Gas 3 Kg, 1 buah tang potong, sebilah pisau cutter, 2 buah kunci ring dan 2 buah obeng sebagai barang buktinya," ungkap Yunan.


Untuk proses hukum lebih lanjut, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 363 KHUPidana. Modus kedua tersangka biasanya berpura pura mencari makanan sisa dengan becak motor, dan jika ada kesempatan keduanya melakukan aksi pencurian.