Soal Dukun Cabul Bermodus Masukkan Telur ke Kemaluan Kerap Gerayangi Organ Intim

Iklan Semua Halaman


.

Soal Dukun Cabul Bermodus Masukkan Telur ke Kemaluan Kerap Gerayangi Organ Intim

Sabtu, 01 Agustus 2020

Dukun cabul yang dilaporkan ke polisi lantaran memasukkan telur ke kemaluan, rupanya kerap melakukan hal senonoh ke pasien perempuan. Selama ini pria berinisial AR (40), warga Grujugan, Bondowoso kerap menggerayangi organ vital maupun organ intim lainnya.
Dan kali ini, perempuan asal Bondowoso berusia 30 tahun menjadi korbannya. Perempuan tersebut mengeluhkan sakit asam lambung dan ingin sembuh. Korban pun dikenalkan sang dukun dari teman suaminya. Proses pengobatan dilakukan di sebuah hotel kawasan Pantai Pasir Putih.

Ironisnya, korban diantar dan ditunggui suaminya saat menuju lokasi kejadian hotel. Suami korban berada di kamar sebelahnya, menunggu prosesi pengobatan yang dilakukan dukun cabul tersebut.

Informasi yang dihimpun, AR memang cukup dikenal sebagai orang yang bisa mengobati bermacam penyakit. Dengan bermacam metode pengobatan.

"Mbak perempuan saya pernah ditangani dia. Ya gitu, tangannya sengaja menjalar kemana-mana. Ke organ intim. Untung saja saat itu mbak saya sempat menjerit dan protes keras. Itupun si dukun masih melanjutkan dengan pegang-pegang payudara," kata R (31), warga Desa Kabuaran, Grujugan, saat berbincang dengan detikcom di rumahnya.

Padahal secara logika, jelas R, tidak ada hubungan antara yang dirasakan sakit dengan titik pengobatannya. Misalnya, sakit yang diderita sakit kepala atau migrain, tapi yang dipijit organ kewanitaan.

"Untung saja saat itu mbak saya sempat menjerit dan protes keras. Itupun si dukun masih melanjutkan dengan pegang-pegang payudara," kata ibu satu anak ini.

Hal senada diungkapkan SJ (39), seorang warga Desa Dawuhan, Grujugan. Ada beberapa perempuan yang sebenarnya juga jadi korban dukun cabul tersebut. Yakni, dipegang dan digosok-gosok organ vital maupun bagian terlarang lainnya. Namun, mereka kebanyakan malu untuk menceritakan pada orang lain.

"Mungkin mereka yang diam itu selain malu juga berpikir, yang penting penyakitnya bisa segera disembuhkan," tambahnya.

Polisi dari Polres Situbondo hingga kini belum bisa menentukan pasal untuk menjerat praktek pengobatan tak lazim itu dilakukan sang dukun cabul di dalam sebuah kamar hotel, di kawasan Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, tersebut.

"Konstruksi pasal itu baru bisa ditentukan, setelah proses penyelidikan. Kami akan melakukan gelar perkara dulu," kata Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Agus Widodo. Seperti dilansir dari detikcom.