gtag('config', 'UA-171687211-1'); Penuh Perjuangan, Ibu dan Delapan Anaknya Bertahan Hidup Dari Batang Pisang -->

Iklan Semua Halaman


.

Penuh Perjuangan, Ibu dan Delapan Anaknya Bertahan Hidup Dari Batang Pisang

Sunday, August 30, 2020

 



Para pengrajin tali dari batang pisang, yang biasa digunakan sebagai pengikat sayur dipasaran kini sudah tidak dipakai lagi. Minimnya para pengrajin tali dari batang pisang membuat pedagang beralih menggunakan tali berbahan plastik.

 

Legia merupakan seorang pengrajin tali dari batang pisang, yang berusia 67 tahun, di Jalan Masyurudin, kecamatan Percut Sei Tuan, Sumatera Utara, Sejak tahun 1987. Dengan tekun dan teliti, serta kesulitan dan tantangan yang dijalaninya dengan penuh semangat.

 

Tak seorangpun yang membantunya, tanpa bantuan alat dengan seorang diri ia mengerjakannya, demi bisa bertahan menghidupkan keluarganya dan delapan orang anak.

 



Berbahan utama dari batang pohon pisang, legia membuat tali ini. Setiap hari ia menebang pohon pisang dengan sekuat tenaga, kemudia diambil bagian batangnya, setelah itu dijemur kemudian dikeringkan sampai 5 hari hingga kecoklatan.

 

Namun di tengah pandemi covid-19, penjualanan tali yang diproduksi legia semakin menurun hingga 50 persen, dari yang biasa mendapatkan 100 ribu per hari, kini hanya bisa mendapatkan hasil 50 ribu perhari.

 

Selain penyebaran covid-19 berakhir, legia juga berharap kepada pemerintah agar lebih memperhatikan pelaku ukm di tengah pandemi covid-19. (Febrina Azura)