gtag('config', 'UA-171687211-1'); Pengakuan Maling Kutang: Dikoleksi Untuk Dicium-Cium - Update -->

Iklan Semua Halaman


 

.

Pengakuan Maling Kutang: Dikoleksi Untuk Dicium-Cium - Update

Wednesday, August 19, 2020




Serdang Bedagai - Terungkapnya misteri hilangnya kutang, di Desa Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, membuat kaum waita di daerah ini merasa lega. Mereka tdak lagi kehilangan pakaian dalam lagi, karena sang pelaku  berinisial SO (40), sudah ditangkap.

Menurut Kepala Dusun 1 Desa Sei Bamban Ofyar Azwar mengatakan, SO mencuri pakain dalam karena memiliki kelainan seksual.


Tersangka SO saat diamankan warga

“(Pengakuanya), untuk di koleksi dicium-cium. Dia sempat mengaku untuk  dijual. Tapi kan, enggak mungkin. Pakaian dalam itu bentuknya sudah digunting-guntingnya, dilubangi bagian tengahnya. Lalu BH (kutang) ditempelinya busa. Setelah didesak warga, dia mengakuinya,” ujar Azwar, Rabu (18/8).

Agar tidak terjadi lagi aksi pencurian kutang, warga yang  kesal, SO pun diusir dari kampungnya sendiri  yakni Desa Sei Bamban,  pada Kamis (13/08).

“Nggak tau dia pergi kemana ? Tapi katanya ke Medan dan rencananya mau ke Padang katanya, yang penting uda diusirlah dari kampung ini. Orang kampung ini pun enggak mau nampak lagi,” ujar Azwar.

Tersangka SO dibawa ke kantor polisi


Warga terkejut dan tidak meyangka jika SO melakukan pencurian kutang. Selama ini, dalam pergaualan sosok SO tidak pernah meresahkan warga.

“Sehari-hari orangnya biasa aja orangnya. Tapi sudah cerai dengan istrinya dia duda sejak 10 tahunan dan memiliki anak berusia 10-15 tahun,” ungkap Azwar.

SO juga kerap gonta ganti pekerjaan hingga akhirnya kini jadi pengangguran.

“Selama ini dia pernah kerja di kilang padi, dipecat. Pernah jadi kernet motor (angkot) tapi nggak kerja lagi,” ujar Azwar.


Satu goni kutang yang dicuri SO

Karena tidak punya sandaran hidup, SO tinggal bersama  adik perempuan yang sudah memiliki suami, di Desa Sei Bamban. Kemudian saat sang adik membuka kamarnya, ia menemukan sebuah goni ukuran besar.

“Rupanya ditengok isinya celana dalam semua sama BH. Banyaknya minta ampun. (didata ulang) Sampai Ribuan jumlahnya. Karena uda setahun lebih dia mencurinya,” kata Azwar.

Dari situ lah misteri hilangnya kutang di Desa Sei Bamban ini terungkap. hingga kini wanita di desa ini tidak lagi perlu khawatir akan kejadian serupa.