gtag('config', 'UA-171687211-1'); Oknum Polisi yang Peras Turis Jepang Di Bali, Akhirnya Dimutasi -->

Iklan Semua Halaman


.

Oknum Polisi yang Peras Turis Jepang Di Bali, Akhirnya Dimutasi

Friday, August 21, 2020







Terkait viralnya video oknum polisi, yang diduga melakukan pemerasan terhadap turis Jepang yang melanggar lalu lintas saat berkendara sepeda motor di Bali.

Kapolres Jembrana, Ajun Komisaris Besar Polisi I Ketut Gede Adi Wibawa membenarkan kalau kedua anggotanya adalah oknum polisi yang video viral yang diduga memeras turis Jepang karena dianggap melakukan pelanggaran lalu lintas. Keduanya bertugas di Polsek Pekutatan.

"Bahwa itu memang benar anggota kita, dan itu yang bersangkutan berdinas di Polsek Pekutatan," ucap dia kepada wartawan, Kamis 20 Agustus 2020.Seperti dilansir viva.co.id.


Kejadian pemerasan itu terjadi pada tahun 2019 di Jalan Denpasar-Gilimanuk, Pekutatan. Oknum polisi yang terlibat dalam aksi pemerasan tersebut adalah Aipda MW dan Bripka PJ.

Pemeriksaan terhadap keduanya telah dilakukan. Keduanya juga telah dimutasi ke Polres dalam rangka pemeriksaan oleh Propam.






"Saat ini kita sudah melakukan pemeriksaan, mengambil keterangan untuk proses lebih lanjut. Tindakannya yang jelas kita saat ini sudah mutasikan ke Polres dalam rangka periksa. Cuma nanti untuk sanksi itu ada mekanisme sidangnya. Yang jelas kita tindak tegas bagi anggota yang melakukan pelanggaran," katanya.

Sebelumnya diberitakan sebuah video menjadi viral di media sosial lantaran menunjukkan adanya aksi dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum polisi di Bali terhadap korban yang diduga turis Jepang. Oknum polisi tersebut diduga memeras korban karena korban dianggap melakukan pelanggaran lalu lintas.

Video tersebut mendadak viral setelah diunggah ke chanel Youtube dengan akun style kenji. Dalam video itu oknum polisi bernama MD W meminta uang sebesar Rp1 juta untuk penalti karena lampu kendaraan turis tersebut tidak menyala. Hingga kini video tersebut sudah 422.937 kali ditonton sejak diunggah pada  30 Desember 2019 lalu.