gtag('config', 'UA-171687211-1'); Ibu Ini Ancam Hisap Darah Pasien Covid-19 Saat Hadang Petugas Medis -->

Iklan Semua Halaman


.

Ibu Ini Ancam Hisap Darah Pasien Covid-19 Saat Hadang Petugas Medis

Tuesday, August 25, 2020



Sebuah video berdurasi tak sampai satu menit itu mendadak viral dan beradar di dunia maya serta sejumlah grouo WA. Hingga saat ini video yang di unggah di akun instagram milik @jokersupriadi  sudah 12,718 kali tayang.

Dalam rekaman video tersebut, terlihat jelas, Seorang wanita yang diketahui bernama Hertina Linda, Jemaat dan Kolega Pendeta Josep, yang meninggal dan Positif Covid 19, saat berhadapan dengan Tim Medis, Covid 19 Kota Batam.

Hertina  mencoba menghadang tim medis Batam yang datang ke lokasi pesemayaman  Pendeta Josep,


Kejadian tersebut, berawal pada Rabu (19/08) pagi, saat itu, Pendeta Josep yang sudah beberapa hari demam tinggi di rumahnya, akhir  di bawa ke RSBP Batam.

Namun sebelum sampai ke rumah sakit, sang pendeta sudah menghembuskan nafas terakhirnya.

“Ketika sampai di IGD RSBP, korban sudah tidak bernyawa lagi,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Dr Didi Kusmarjadi SPOg. Seperti yag tertulis di akun instagram @jokersupriadi.

Karena dari riwayat yang diceritakan keluarga, ada tanda-tanda menyerupai gejala covid 19. Maka oleh dokter, jenazah Josep pun diswab.

Sambil menunggu hasil swab keluar, tim medis tidak membenarkan jenazah untuk dibawa pulang.
Namun oleh keluarga dan kolega, membawa paksa jenazah untuk di semayamkan di rumah duka di Tiban.

Malam harinya, hasil swab dari pendeta itu keluar. Ia dinyatakan positif corona covid 19.

Mengetahui kejadian tersebut, tim medis langsung bergerak ke rumah duka, tempat dimana jenazah Yosep disemayamkan.




Ketika  tim medis datang itulah  dihadang oleh Hertina Linda. Dengan suara lantang dan meninggi Ia tidak memperbolehkan tim medis untuk mengambil jenazah Josef untuk dimakamkan secara covid 19.

"Sekarang mari yuk, buat tanda tangan ku hisap yang udah mati ini darahnya, kalau nga mati aku mau pemerintah mengganti rugi?, ayok. Sekarang yang mati ini ku hisap, kalau saya tidak mati dalam tempo satu bulan mau nga pemerintah mengasihkan 1 miliyar?," ujar Hertina, dalam video tersebut.

Karena dibentak-bentak, akhirnya malam itu tim medis gagal membawa jenazah Josep. Keesokan  harinya, semua pelayat dan keluarga, yang ada di rumah duka didata dan dibawa ke RSKI Galang, Batam.

Padahal 12 dari 25 jamaat yang dibawa ke RSKI Galang, Akhirnya positif COVID 19.