gtag('config', 'UA-171687211-1'); Heboh Video Berebut Jenazah Covid-19 Di Ambon -->

Iklan Semua Halaman


.

Heboh Video Berebut Jenazah Covid-19 Di Ambon

Thursday, August 20, 2020





Beredar video pengambilan paksa jenazah COVID-19 di Kota Ambon.  Dalam video tersebut puluhan orang yang masih kerabat dan keluarga mencoba mengambil paksa jenazah pasien Yurita Tanasale dari RSUD dr. M. Haulussy.

Pihak keluarga membawa kabur jenazah Yurita dari ruang jenazah dari RSUD dr. M. Haulussy pada Rabu, 19 Agustus 2020 lalu.

Yurita merupakan pasien yang didiagnosis positif COVID-19. Dalam video amatir yang berdurasi 2 menit 44 detik ini,  jenazah Yirita dibawa kabur oleh belasan orang. Jenazah Yurita dibawa menggunakan tempat tidur rawat inap milik rumah sakit.

Saat keluar rumah sakit, keluarga menghentikan mobil angkutan umum untuk membawa jenazah ke rumah duka.

Adu mulut antara pihak keluarga Yurita dengan aparat kepolisian yang coba halangi mereka saat jenazah hendak dinaikkan ke dalam mobil angkot.

Namun jenazah tersebut berhasil dibawa pulang ke rumah duka di kawasan Farmasi Atas Kudamati, Nusaniwe untuk disemayamkan.




Kapolres Kota Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang mengatakan, keluarga tersebut yang bawa kabur jenazah COVID-19 karena salah paham.

Keluarga pasien beranggapan Yurita meninggal bukan dengan gejala COVID-19. Sebab, jenazahnya dibiarkan terbuka di ruangan jenazah.

“Ada salah paham antara keluarga korban dan petugas medis terkait kondisi pasien COVID-19 yang meninggal dunia, sehingga dibawa kabur oleh pihak keluarga ke rumah duka,” kata Leo, Kamis, 19 Agustus 2020. Seperti dikutip viva.co.id.

Keluarga Yurita mengira almarhumah tidak terinfeksi COVID-19. Ada persepsi jenazah Yurita tak dilayani pihak rumah sakit.

“Kata keluarga mereka, sudah beberapa jam berada di ruangan jenazah. Mungkin karena tidak ada tanda-tanda untuk menangani, maka mereka inisiatif membawa jenazah,” ujarnya.

Selanjutnya, kata dia, akibat kejadian ini, petugas medis dari rumah sakit setempat dibantu aparat kepolisian langsung mendatangi rumah keluarga Yurita. Mereka ingin beri penjelasan terkait status penyakit yang diderita oleh almarhumah.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang, mengatakan, pengambilan paksa jenazah Yurita merupakan kali kedua. Sebelumnya, kejadian pertama di Desa Batu Merah, awal Juli lalu.

Dia mengimbau, agar masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan isu yang menyesatkan terkait COVID-19.

Yurita diketahui merupakan salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di salah satu dinas di Pemprov Maluku.




Sumber: Heboh Keluarga Paksa Ambil Jenazah COVID-19 di Ambon