Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Dijanjikan Perbaikan Hp, Pelajar SMA Ini Dicabuli 2 Temannya




Deli Serdang - Seorang pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) berusia 16 tahun, diduga menjadi korban pencabulan dua orang temannya, Kamis (20/08) lalu. Korban dijanjikan oleh kedua pelaku untuk memperbaiki handphone korban.

Kasat Reskrim Polrestabes Deli Serdang Kompol Muhammad Firdaus mengatakan, korban dicabuli karena dijanjikan hp milik korban akan diperbaiki pelaku.

"Alasannya pelaku tertarik dengan korban kemudian pelaku merayu korban, sehingga terjadi perbuatan cabul. Korban mau bertemu pelaku karena dijanjikan perbaiki handphone korban," kata  Kasatreskrim Polresta Deliserdang Kompol Muhammad Firdaus Sabtu (21/08).

Kedua tersangka  masing-masing berinisial MR 19, warga Kecamatan Galang Kabupaten Delisedang dan Al 17, warga Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang. Keduanya diamankan berdasarkan laporan ibu korban dengan Laporan Polisi Nomor : LP/ 423 /VIII/ 2020 / SU / Resta DS.tanggal 20 Agustus 2020.

Dugaan pencabulan tersebut terjadi pada Kamis (20/08) lalu sekira pukul 01.00 WIB  di Dusun III, Desa Tanjung Gusti,  Kec. Galang Kab. Deliserdang.

"Kejadian berawal pada saat korban meninggalkan rumah pada malam hari tanpa sepengetahuan dari pelapor selaku orang tuanya yang diketahui oleh pelapor bahwasannya pagi hari ketika dicek di dalam kamar korban oleh pelapor, korban sudah tidak ada  dikamarnya," jelas Kompol Firdaus.

Mengetahui hal itu, ibu korban dan sejumlah anggota keluarga mencari keberadaan korban. Sehingga akhirnya korban kembali pulang kerumah, korban juga mengaku jika dirinya telah dicabuli oleh kedua pelaku.

"Atas kejadian tersebut pelapor selaku orangtuanya tidak terima dan merasa keberatan selanjutnya melaporkan kejadiannya ke Polresta Deliserdang guna pengusutan lebih lanjut dan kedua orang pelaku telah diamankan di Polresta Deliserdang," katanya.

Akibat perbuatannya, kini kedua pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. "Pasal 81 ayat 2 subs pasal 82, ancaman 15 tahun penjara.