gtag('config', 'UA-171687211-1'); Curi Kutang Selama 1 Tahun, Duda Ini Diusir Dari Kampungnya -->

Iklan Semua Halaman


.

Curi Kutang Selama 1 Tahun, Duda Ini Diusir Dari Kampungnya

Monday, August 17, 2020


Sedang Bedagai- Seroang pria berstatus duda di Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara akhirnya diusir dari kampungnya karena kedapatan mencuri pakaian dalam hampir seluruh tetangganya.


Duda maling kutang dan celana dalam wanita itu berinisial SO (45). Saat ketangkap warga di rumah tersangka terdapat satu goni kutang dan celana dalam wanita yang diduga milik para tetangga tersangka.


Tersangka berhasil ditangkap warga pada Kamis(13/08/20) lalu, ditangkapnya tersangka SO ini berawal dari laporan adik tersangka kepada Kepala Desa Sei Bamban, Karena risih dengan tingkah laku sang abang, yang kerap kali mengumpulkan pakaian dalam wanita hingga sebanyak satu goni.


"ini masalahnya curi bh ini, warga cukup resah, resahnya nya ini cemana ya, masa satu kampung kehilangan bh sama celana dalam," ujar Ofyar Azwar, Kepala Desa Sei Bamban.


Lanjut Ofyar, aksi tersangka sudah hampir satu tahun terakhir ini, dan selama setahun ini juga warga merasa resah dengan hilangnya kutang di kampung mereka. Terlebih setelah kutang milik warga usai di cuci dan di jemur.


Berikut Videonya:



Iyus, salah seorang warga setempat juga mengaku sering kehilangan kutang milik anaknya dalam setahun belakangan. Awalnya iya tidak berpikir jika kutang miliknya diambil orang, namun kaena setap hari ada juga tetangganya yang kehilangan kutang, baru lah ia merasa curiga jika di kampungya ada maling kutang.

"ketauannya apalah digoni ini, o ternyata disini semua, sempak,bh, ini lah banyak ini, kalau punya saya sudah banyak lah," ungkap iyus, Senin,(17/08/20).


Terangka SO sempat di bawa ke kantor polisi setempat, namun setelah dilakukan mediasi oleh pihak kepolisian, warga akhirnya sepakat untuk memaafkan pelaku, dengan tidak melanjutkan kasus ini ke jalur hukum.

Agar tidak mengulangi perbuatannya lagi, dan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, oleh warga masyarakat, tersangka saat ini diminta untuk tidak tinggal di desa mereka lagi. (Balo)