Bintang Terang Komjen Listyo Sigit, Mantan Ajudan Jokowi Penangkap Djoko Tjandra

Iklan Semua Halaman


.

Bintang Terang Komjen Listyo Sigit, Mantan Ajudan Jokowi Penangkap Djoko Tjandra

Minggu, 02 Agustus 2020

Buronan selama lebih dari 11 tahun, Djoko Tjandra telah diamankan. Penangkapannya dipimpin langsung oleh Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo pada Kamis (30/7).

Keberhasilannya menangkap buron kasus cessie Bank Bali itu menjadi prestasi bagi Listyo. Akankah mantan ajudan Presiden Joko Widodo akan mendapat promosi jabatan jadi Kapolri?

Ditangkap di Malaysia
Djoko Tjandra diketahui ditangkap di negara tetangga, Malaysia melalui kerja sama dengan pihak kepolisian setempat. Hal ini diungkapkan Listyo merupakan jawaban dari keraguan publik atas kinerja Polri.

"Dari pencarian itu dapat info ada di Malaysia, oleh karena itu ditindaklanjuti. Kapolri kirim surat ke polisi diraja Malaysia, siang tadi dapat info yang bersangkutan bisa diketahui, tadi sore kami dari Kabareskrim dan Bareskrim berangkat untuk melakukan pengambilan dan Alhamdulillah kerja sama kami Bareskim dan kepolisian diraja Malaysia, Djoko Tjandra kita amankan," ujarnya.

Reaksi Menko Polhukam
Kesuksesan Polri menangkap buronan ini mendapatkan apresiasi dari Menko Polhukam, Mahfud MD. Sang menteri merasa bersyukur lantaran kasus Djoko Tjandra kini telah menemui titik terang.

"Pertama Alhamdulillah, saya tadi langsung sujud syukur begitu apa mendapat kepastian berita itu, dari Malaysia," ungkapnya di Jakarta, Kamis (30/7) malam.

Rencana Operasi Penangkapan Djoko Tjandra
Mahfud mengaku tidak terkejut dengan kabar penangkapan tersebut. Rupanya, hal ini telah mendapatkan perhatiannya sejak 20 Juli lalu dengan adanya laporan rencana operasi penangkapan Djoko Tjandra.

"Tanggal 20 Juli, 10 hari lalu hari Senin saya itu undang rapat lintas kementerian. Polri, Kejaksaan Agung, Kemenkum HAM, Kemendagri, Menlu saya undang semua untuk merencanakan satu apa namanya semacam operasi," ucapnya.

Berlangsung Senyap
Setelah melakukan berbagai negosiasi dengan berbagai pertimbangan, Mahfud akhirnya memutuskan untuk mendukung penuh langkah yang diambil pihak Polri. Keputusan tersebut hanya diketahui oleh Presiden Joko Widodo, Kapolri Jenderal Idham Azis, dan dirinya.

"Itu sebabnya sejak tanggal 20 itu saya tidak pernah bicara spesifik bagaimana menangkap Djoko Tjandra," pungkasnya.

Jenderal Bintang 3
Listyo tercatat sebagai jebolan Akpol angkatan 1991 pertama yang bergelar jenderal bintang 3.

Kinerjanya memang sudah tak diragukan lagi. Dia diketahui pernah menjabat sebagai Kapolres Pati, Wakapoltabes Semarang, dan Kapolres Solo, serta Kapolda Banten. Seperti dilansir dari merdeka.com.