gtag('config', 'UA-171687211-1'); Wartawan Batubara Diancam Pakai Pistol, Ketua PWI Kecam Intimidasi Terhadap Wartawan -->

Iklan Semua Halaman


.

Wartawan Batubara Diancam Pakai Pistol, Ketua PWI Kecam Intimidasi Terhadap Wartawan

Friday, July 3, 2020

Batubara - Seorang wartawan media online di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara dengan nama M Murhim mengaku diintimidasi dan diancam senjata api jenis pistol oleh salah seorang oknum yang mengaku Humas PT Waskita Karya (WK) Joko Bagus Triyono. Akibat dari peristiwa itu, M Murhim melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Batubara, Kamis (02/07/2020). Murhim mengadu dengan STPL/126/VII/2020/RES BATUBARA.

Murhim, menjelaskan peristiwa pengancaman itu terjadi pada Rabu 1 Juli 2020 sekira pukul 14.00 WIB. Sebelumnya Murhim mendapat informasi dari rekannya bernama Agus, untuk meliput warga yang keberatan di kantor Desa Sipare-pare.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Batubara Alpian, menyebut seorang wartawan media online bernama M. Murhim mendapat intimidasi dari salah seorang oknum yang mengaku sebagai humas diproyek pembangunan jalan tol menggunakan senjata api

"Kita sangat menyayangkan dan menyesalkan tindakan intimidasi kepada wartawan. Wartawan dalam menjalankan tugas dilindungi oleh undang-undang," kata Alpian di Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara

Menurutnya intimidasi dan ancaman yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab jelas mencederai kemerdekaan pers sebagai pilar keempat demokrasi. Tak hanya itu, tindakan yang dilakukan oknum tersebut juga bertentangan dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

"Intimidasi dan ancaman serta penghalangan terhadap wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik dapat dihukum dan didenda sesuai dengan aturan yang berlaku," sebutnya.

Alpian mengungkapkan apabila ada sengketa dalam pemberitaan di media massa dapat diselesaikan melalui hak jawab dan koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers pada Pasal 5 ayat 2.

"Apabila ada masyarakat atau satu kelompok yang keberatan tentang pemberitaan di media massa, yang bersangkutan bisa menggunakan hak jawab dan koreksi sesuai dengan undang-undang. Bukan dengan cara intimidasi atau ancaman," ujarnya.

Untuk itu, sambungnya, PWI Kabupaten Batubara meminta kepada pihak kepolisian agar serius mengusut tuntas kasus intimidasi dan ancaman terhadap wartawan di sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

"Kami PWI Batubara meminta pihak kepolisian untuk serius mengusut tuntas kasus intimidasi dan ancaman terhadap wartawan. Kita berharap kasus seperti ini tidak lagi terjadi di Batubara. (Helmi)