Turis yang Langgar Karantina Akan Didenda Rp 29 Juta

Iklan Semua Halaman

.

Turis yang Langgar Karantina Akan Didenda Rp 29 Juta

Sabtu, 18 Juli 2020

Wisata New York dibuka lagi dengan mewajibkan wisatawan yang baru tiba menjalani karantina lebih dulu. Turis yang bandel di karantina diancam denda.
Dikutip Travel+Leisure oleh detikcom, Sabtu (18/7/2020) Gubernur New York, Andrew Cuomo, mengirimkan tim penegakan hukum yang akan ditempatkan di bandara negara bagian. Mereka akan meminta bukti formulir penumpang yang telah dibagikan oleh maskapai penerbangan.

Formulir tersebut meminta pengunjung menentukan di mana tempat mereka tinggal sementara di New York, serta jika mereka pernah mengalami gejala virus. Tak hanya penumpang pesawat, tapi mereka yang datang ke New York dari negara dengan tingkat infeksi tinggi dengan kereta api atau mobil juga diharuskan mengisi formulir, namun secara online.

Wisatawan dari negara terinfeksi tinggi yang meninggalkan bandara tanpa mengisi formulir akan didenda USD 2000 atau sekitar Rp 29 juta dan dapat dibawa ke sidang serta diperintahkan untuk menyelesaikan karantina wajib, menurut pernyataan.

"Keberhasilan New York dalam memerangi virus COVID-19 berada di bawah dua ancaman, kurangnya kepatuhan dan virus datang ke New York dari negara-negara lain dengan meningkatnya tingkat infeksi," kata Cuomo dalam sebuah pernyataan.

"Kami telah menerapkan perintah karantina untuk pelancong yang datang dengan tingkat infeksi tertinggi tertinggi, namun ketidakpatuhan terhadap perintah dapat menyebabkan wabah dan mengancam kemajuan luar biasa yang telah kami buat," dia menambahkan.

Tindakan keras ini mengikuti penerapan karantina wajib untuk wilayah metropolitan New York, New Jersey, dan Connecticut untuk wisatawan dari negara manapun dengan tingkat infeksi tinggi untuk periode 14 hari. Ada 19 negara yang memenuhi kriteria untuk wajib karantina, yaitu berdasarkan jumlah kasus positif melebihi 10 per 100.000 penduduk, atau rata-rata tujuh hari tes positif lebih dari 10 persen.

Cuomo menambahkan tim penegakan yang terdiri dari petugas penegak hukum dari lembaga negara dan staf Departemen Kesehatan negara akan dikirim ke beberapa seperti Bandara Internasional John of Kennedy dan Bandara La Guardia. Selain itu, tim juga akan dikirim ke bandara regional negara bagian, termasuk Bandara Long Island MacArthur, Bandara Westchester County dan Bandara Internasional Albany.

Mereka juga akan menerima dukungan dari petugas polisi Otoritas Pelabuhan atau Polisi negara, tergantung lokasi mereka.

Jumlah kasus New York yang semakin menurun membuat negara ini perlahan kembali membuka diri. Bahkan di New York City, gedung Empire State bersiap untuk menyambut para tamu kembali pada 20 Juli 2020. Makan di dalam ruangan untuk saat ini masih dilarang, namun untuk di luar ruangan telah diperbolehkan. Seperti dilansir dari detikcom.