Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget




 

Tradisi Hadrat Di Maluku Meriahkan Perayaan Idul Adha


Foto: Istimewa




Mengarak hewan kurban  keliling kampung atau Tradisi Hadrat  sebelum menyembelih hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah, tetap digelar warga Dusun Air Manis, Desa Laha, Teluk Ambon Maluku, meski pandemi Covid-19  masih terus berlangsung. Jumat (31/7/20).

Acara tersebut digelar setelah Pemerintah Desa (Pemdes) melakukan koordinasi dengan Gugas Kota Ambon. Acara pun diberikan izin dengan syarat setiap peserta wajib menerapkan protokol kesehatan untuk menghindari penularan virus SARS-CoV-2.dikutip CNN Indonesia.

Tradisi Hadrat merupakan tradisi unik kampung setempat dalam merayakan Hari Raya Idul Adha. Pada acara itu warga melakukan pawai mengarak hewan kurban mengelilingi perkampungan sembari menabuh rebana, dan bersalawat nabi setelah melaksanakan sholat Ied.


"Tradisi ini disebut Hadrat atau mengarak hewan kurban, tradisi masih terjaga dan dilestarikan sejak dahulu kala," kata Sekretaris Desa, Fahmi Mewar, Jumat (31/7) pagi.

Mewar mengatakan, untuk tahun ini selama masa pandemi Covid-19, panitia membatasi pengantar hewan kurban sampai 50 persen. Peserta juga wajib mengikuti protokol kesehatan yakni dengan menggunakan masker, dan menjaga jarak di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi tahap II di Ambon, Maluku.

Sementara itu warga pengantar hewan kurban harus dinyatakan sehat, dan rata-rata berusia 20-30 tahun.

Arak-arakan hewan kurban keliling kampung mendapatkan pengawalan ketat dari TNI - Polri dan petugas Gugus Tugas (Gugas) Kecamatan Teluk Ambon, Maluku. Penyembelihan hewan kurban dipusatkan di Masjid Al Zam-zam Air Manis.

"Yang tak pakai masker tidak diperbolehkan," ujarnya.

Tradisi ini juga berbeda dibanding tahun sebelumnya, warga melarang bagi masyarakat lain untuk masuk dan bergabung meramaikan tradisi tahunan ini. Ini disebabkan karena pandemi Covid-19.

"Sebelum Covid tradisi ini dimeriahkan seluruh RT RW, namun tahun ini dibatasi karena Covid," ungkapnya.