gtag('config', 'UA-171687211-1'); Rp 1,3 Triliun Uang Untuk Tenaga Kesehatan Dicairkan Pemerintah -->

Iklan Semua Halaman


.

Rp 1,3 Triliun Uang Untuk Tenaga Kesehatan Dicairkan Pemerintah

Wednesday, July 8, 2020

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan, telah mencairkan dana insentif sebanyak 15.435 tenaga kesehatan daerah. Insentif tersebut sebesar Rp 58,3 miliar per akhir Juni 2020.

Dana Transfer Khusus Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan Putut Satyaka mengatakan, kemudian, pihaknya juga telah mentransfer anggaran insentif 542 tenaga kesehatan sebesar Rp 1,3 triliun hingga 7 Juli 2020 ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

“Ini sesuai besaran nakes per daerah berdasarkan usulan PPSDM Kementerian Kesehatan,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (8/7).

Menurutnya, penyaluran anggaran insentif tenaga kesehatan oleh pusat ke daerah setelah terbitnya aturan baru mengenai pemberian insentif dan santunan kematian bagi tenaga kesehatan yang menangani virus Covid-19. Aturan tersebut merupakan revisian dari Kepmenkes Hk. 01.07/Menkes/278/2020 menjadi Kepmenkes Nomor Hk.01.07/Menkes/392/2020.

Sementara, dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan, meskipun serapannya masih rendah sebesar 5,12 persen, namun pencairannya lebih cepat dari sebelumnya. Proses pencairan insentif tenaga kesehatan saat ini lebih cepat meskipun secara total serapannya masih rendah. “Intinya percepatannya sudah lebih baik, yang kita dorong sekarang insentif nakes,” tuturnya.

Seperti diketahui, anggaran serapan anggaran kesehatan dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) baru sebesar Rp 4,48 triliun atau 5,12 persen dari Rp 87,55 triliun.

Adapun khusus insentif tenaga kesehatan dianggarkan sebesar Rp 5,9 triliun dan santunan kematian Rp 300 miliar. Dari situ pemerintah memutuskan besaran insentif yang diterima dokter spesialis Rp 15 juta, dokter umum dan gigi masing-masing Rp 10 juta, bidan dan perawat masing-masing Rp 7,5 juta, tenaga medis lainnya Rp 5 juta. Sementara santunan kematian Rp 300 juta per orang. Seperti dilansir dari jawapos.com.