Politisi Golkar: Tutup Tempat Wisata yang Melanggar Aturan

Iklan Semua Halaman

.

Politisi Golkar: Tutup Tempat Wisata yang Melanggar Aturan

Senin, 27 Juli 2020

Gelombang kedua penyebaran virus corona di Kabupaten Purworejo semakin meningkat. Terhitung hingga hari ini, sudah ada 121 orang terinfeksi  virus yanh diduga berasal dari kelelawar ini. Bahkan sudah ada satu orang yang meninggal akibat virus corona di Purworejo.

Penambahan ini, menurut politisi Partai Golkar, Rani Summadiyaningrum, membuat masyarakat dan pemerintah berada dalam posisi dilematis. "Di satu sisi hatus di rumah saja, anak-anak juga school from home (SFH). Tapi pasti ada kejenuhan juga. Nah saat jenuh, pada akhir pekan atau hari libur mereka pasti akan berwisata. Karena itulah harus ada aturan ketat di obyek-obyek wisata," kata Rani.

Industri dan kegiatan pariwisata juga mempengaruhi hajat hidup orang banyak, sehingga hatus bejar-benar mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Jika ingin terus buka, kata anggota DPRD dari FPG ini, pengelola harus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 di tingkat desa dan kecamatan.

"Kalau memang pengelola bisa mengendalikan pengunjung  saya rasa boleh-boleh saja dibuka. Jika pengelola tempat wisata melanggar aturan hatusbsegera diberi sanksi," lanjut Rani atau yang biasa dipanggil Nonik.

Satpol PP harus bekerja lebih keras untuk menegakkan aturan Perbup Percepatan Penanganan Covid-19. "Harusnya, semua tempat wisata hanya membuka satu pintu untuk keluar masuk pengunjung. Supaya pengunjung dapat diawasibdengan baik. Mereka juga harus jaga jarak dan menghindari kerumunan meskipun berada di tempat wisata," pungkas Nonik. Seperti dilansir dari gatra.com.