Melirik Tradisi Langka, Tradisi Pengobatan Sudet Yang Hanya Ada Saat Idul Adha Di Deli Serdang

Iklan Semua Halaman


.

Melirik Tradisi Langka, Tradisi Pengobatan Sudet Yang Hanya Ada Saat Idul Adha Di Deli Serdang

Jumat, 31 Juli 2020




Deli Serdang- Tradisi sudet atau pengobatan tompel merah, merupakan tradisi yang setiap tahunnya dilakukan oleh masyarakat Desa Pemtang Johar, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Pengobatan ini hanya dapat dilakukan sekali dalam setahun, dan bertepatan pada perayaan Idul Adha.



Pengobatan ini biasanya dilakukan usai Sholat Idul Adha, dan hanya dilaksanakan di Mesjid Nurul Huda. Suara tangisan dari anak-anak mewarnai pengobatan tradisonal sudet ini, ini disebabkan pengobatan tompel menggunakan jarum emas.

Pengurus mesjid melakukan pengobatan dengan cara menindik pada bagian tompel yang berada di bagian tubuh pasien. Ratusan orang biasanya mengantri untuk mendapatkan pengobatan ini. Umumnya pasien dalam pengobatan tompel ini adalah anak anak. Sedangkan pasien yang datang tidak saja warga setempat, namun datang dari luar Deli Serdang, seperti warga Medan.



"mengobati toh merah, taunya dari orang orang itu di suruh dibawa kemari kata dukunnya itu tukang kusuknya di suruh bawa ke pasar 6," ujar Sugiarti, salah seorang pasien.

Pengobatan toh atau tompel di bagian tubuh ini biasa di lakukan 3 kali, dan sekali setiap Idul Adha tiba, pengobatan sudet ini juga berasal dari Banten.




Tradisi sudet ini  sudah ada sejak dan biasanya dilakukan oleh masyarakat Desa Pematang Johar. Pengobatan ini juga gratis dan selalu ramai  setiap tahunnya.


"Udah 3 kali ini tembongnya, toh hitam, datang dari mencirim Diski, taunya juga dari teman," kata Rini Puspitasari, pasien.


Tradisi pengobatan ini dilakukan sejak tahun 1952. Pengobatan tompel dengan cara menindik dengan menggunakan jarum emas ini, diyakini mampu membuang tanda tompel, yang bermakna kesialan bagi penderitanya.




"Ini merupakan tradisi yang di turunkan orang tua kami khususnya dari tanah Banten, dan dilkukan sejak tahun 1952. Pengobatan ini khususnya membuang tanda tompel ataupun toh, dalam artikata membuang toh atau membuang kesialan di karenakan apabila ada tanda itu seperti ada tanda toh putih atau merah, tanda tersebut diyakini akan membawa kesialan bagi si pemilik tanda tersebut," ujar Tamim, pengobat tradisonal sudet.


"Dengan kepercayaan ataupun tradisi yang dilaksanakan setiap tahunnya di Hari Raya Idul Adha ataupun setelah pelaksanaan sholat Eid, maka di laksanakanlah penyuntikan tanda toh ini dengan jarum emas ataupun dengan padi,"tambahnya.



Sejauh ini tradisi pengobatan sudet ini diyakini mampu menyembuhkan tompel atau toh, yang ada pada tubuh si penderita. Meski tidak langsung sembuh, para pasien harus 3 kali datang untuk berobat, dan artinya 3 kali lebaran Idul Adha untuk dapat menghilangkan toh atau tompel yang berada pada bagian tubuh.